Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Tembakan Salvo Kehormatan: Sejarah, Makna, dan Protokol Militer

mediaindonesia.com
02/3/2026 15:13
Tembakan Salvo Kehormatan: Sejarah, Makna, dan Protokol Militer
Ilustrasi(Antara)

Dalam setiap upacara pemakaman militer atau peringatan kenegaraan, suara dentuman senjata yang meletus secara serentak selalu berhasil menciptakan suasana khidmat sekaligus haru. Tradisi ini dikenal sebagai tembakan salvo kehormatan. Namun, di balik suaranya yang menggelegar, terdapat protokol ketat dan sejarah panjang yang melintasi berabad-abad peradaban militer dunia.

Apa Itu Tembakan Salvo Kehormatan?

Secara teknis, salvo adalah tembakan serentak dari sejumlah senjata api atau meriam yang ditujukan untuk memberikan penghormatan. Dalam konteks militer Indonesia, tembakan ini merupakan bagian dari Upacara Pemakaman Kebesaran bagi prajurit TNI atau tokoh yang dianggap berjasa besar kepada negara.

Berbeda dengan tembakan peringatan atau pertempuran, salvo dilakukan dengan peluru hampa (blank cartridge). Tujuannya murni simbolis: sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian sang almarhum selama masa hidupnya.

Fakta Cepat: Mengapa Harus Ganjil?

Dalam tradisi militer, jumlah personel regu penembak salvo hampir selalu ganjil (7, 9, atau 11). Hal ini berasal dari kepercayaan militer kuno bahwa angka ganjil melambangkan penghormatan yang tidak terputus dan membedakannya dari formasi taktis pertempuran.

Sejarah dan Asal-usul Tradisi

Tradisi ini berakar dari kebiasaan perang kuno di Eropa. Dahulu, ketika kedua belah pihak yang bertikai sepakat untuk menghentikan pertempuran sejenak guna mengevakuasi jenazah dari medan laga, mereka akan menembakkan senjata ke udara sebanyak tiga kali. Tembakan ini menjadi sinyal bahwa jenazah telah diurus dengan layak dan pertempuran bisa dilanjutkan kembali.

Angka tiga sering kali menjadi standar dalam jumlah rentetan tembakan. Secara historis, tiga kali salvo melambangkan tiga kata sakral militer: Duty, Honor, Country (Tugas, Kehormatan, Negara).

Perbedaan Salvo dan Gun Salute (Dentuman Meriam)

Banyak masyarakat umum yang menyamakan antara tembakan salvo dan gun salute (dentuman meriam). Berikut adalah perbedaannya:

  • Tembakan Salvo: Dilakukan oleh regu infanteri menggunakan senapan laras panjang. Fokusnya adalah keserentakan suara dalam upacara pemakaman.
  • Gun Salute: Menggunakan meriam artileri. Di Indonesia, 17 dentuman meriam digunakan untuk HUT RI, sementara 21 dentuman untuk menyambut tamu negara setingkat Presiden.

Protokol Pelaksanaan di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Panglima TNI, penghormatan tembakan salvo umumnya diberikan kepada:

  1. Prajurit aktif yang gugur dalam tugas negara.
  2. Purnawirawan yang memiliki tanda jasa Bintang Kehormatan (seperti Bintang Gerilya atau Bintang Sakti).
  3. Tokoh sipil yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah RI.

People Also Ask: Bagaimana Jika Senjata Macet?

Dalam protokol militer yang sangat ketat, setiap anggota regu salvo dibekali amunisi cadangan. Jika terjadi misfire (senjata macet), anggota tersebut tetap pada posisi tegak sempurna agar tidak merusak formasi visual, sementara anggota lain tetap melepaskan tembakan sesuai aba-aba.

Makna Filosofis di Balik Dentuman

Tembakan salvo bukan sekadar prosedur formalitas. Secara psikologis, suara keras yang tiba-tiba di tengah keheningan pemakaman berfungsi sebagai tanda bahwa sang prajurit telah menyelesaikan tugasnya di dunia. Ini adalah "salam perpisahan terakhir" sebelum jasad menyatu dengan tanah Pertiwi.

Jenis Penghormatan Alat/Senjata Konteks Upacara
Salvo Kehormatan Senapan Laras Panjang (SS1/SS2) Pemakaman Militer
Gun Salute (17 Kali) Meriam Artileri HUT Kemerdekaan RI
Gun Salute (21 Kali) Meriam Artileri Penyambutan Kepala Negara Asing

FAQ Terkait Tembakan Salvo

1. Apakah tembakan salvo menggunakan peluru tajam?
Tidak, salvo menggunakan peluru hampa (blank cartridge) yang hanya berisi bubuk mesiu tanpa proyektil logam.

2. Berapa jumlah personel regu salvo?
Biasanya terdiri dari 7 hingga 9 orang prajurit, dipimpin oleh satu orang Komandan Regu.

Dengan memahami makna di balik tembakan salvo, kita diajak untuk lebih menghargai setiap pengabdian yang diberikan oleh para penjaga kedaulatan negara hingga akhir hayat mereka.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya