Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kembali mengusut perkara baru. Kasusnya berkaitan dengan impor minyak mentah.
"Tim penyidik Gedung Bundar memang ada melakukan penyelidikan, tapi sifatnya masih tertutup," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Anang mengatakan, kasus itu diusut sejak 9 Januari 2026. Perkaranya masih pada tahap penyelidikan, berkaitan dengan tata kelola minyak.
"Tata kelola minyak kan ada beberapa jenis kegiatan di situ," ujar Anang.
Anang menjelaskan, kejadian rasuah dalam kasus ini berkisar pada tahun 2023 sampai 2025. Kasus ini diusut atas laporan masyarakat.
Anang irit bicara memberikan informasi soal kasus ini. Dia juga enggan memerinci pihak yang dibidik penyidik untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Saya tidak tahu pasti, yang jelas masih tahap penyelidikan, masih tertutup," ujar Anang. (H-2)
WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan pemerintah Indonesia tengah mengkaji tawaran impor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari Rusia.
Konflik Timur Tengah Iran vs Israel berpotensi memicu guncangan besar terhadap pasar energi global.
Pertamina berencana melakukan pergeseran (shifting) sumber impor minyak mentah (crude) dari beberapa negara ke Amerika Serikat.
Kejagung meminta masyarakat tidak skeptis dengan institusi penegak hukum. Itu disebabkan perbuatan empat hakim terjerat kasus dugaan suap vonis lepas perkara korupsi ekspor minyak mentah
KETUA PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanta (MAN) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap putusan lepas perkara korupsi minyak kelapa sawit mentah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved