Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kembali mengusut perkara baru. Kasusnya berkaitan dengan impor minyak mentah.
"Tim penyidik Gedung Bundar memang ada melakukan penyelidikan, tapi sifatnya masih tertutup," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Anang mengatakan, kasus itu diusut sejak 9 Januari 2026. Perkaranya masih pada tahap penyelidikan, berkaitan dengan tata kelola minyak.
"Tata kelola minyak kan ada beberapa jenis kegiatan di situ," ujar Anang.
Anang menjelaskan, kejadian rasuah dalam kasus ini berkisar pada tahun 2023 sampai 2025. Kasus ini diusut atas laporan masyarakat.
Anang irit bicara memberikan informasi soal kasus ini. Dia juga enggan memerinci pihak yang dibidik penyidik untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Saya tidak tahu pasti, yang jelas masih tahap penyelidikan, masih tertutup," ujar Anang. (H-2)
Bahlil mengatakan 30% impor gas minyak cair (LPG) Indonesia juga berasal dari Timur Tengah, dan pemerintah akan mencari pemasok alternatif.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jumlah impor minyak mentah ke Indonesia melalui kawasan Timur Tengah sekitar 20%-25%. Pasokan tersebut terganggu akibat Selat Hormuz ditutup
WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan pemerintah Indonesia tengah mengkaji tawaran impor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari Rusia.
Konflik Timur Tengah Iran vs Israel berpotensi memicu guncangan besar terhadap pasar energi global.
Pertamina berencana melakukan pergeseran (shifting) sumber impor minyak mentah (crude) dari beberapa negara ke Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved