Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kasad Kecam Sabotase Baut Jembatan Bailey

M Ilham Ramadhan Avisena
31/12/2025 09:29
Kasad Kecam Sabotase Baut Jembatan Bailey
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memerhatikan pertanyaan anggota dewan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta(MI/Susanto)

KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengecam keras sabotase terhadap jembatan Bailey yang dipasang di wilayah terdampak bencana misalnya Aceh. Ia menilai tindakan pencopotan baut jembatan tersebut sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan karena membahayakan keselamatan warga yang tengah berjuang pulih dari bencana.

Maruli mengungkapkan, sabotase itu terjadi di tengah upaya TNI dan seluruh elemen pemerintah yang sedang bekerja secara kompak membantu masyarakat. Namun, justru muncul tindakan yang berpotensi mengorbankan warga.

"Dalam kondisi kompak pun ini masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan Bailey kita. Dua hari yang lalu dibongkar baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini," kata Maruli dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12). 

Menurut dia, pembongkaran baut dilakukan secara sengaja pada malam hari dan baru diketahui keesokan paginya. Fakta tersebut menunjukkan bahwa tindakan itu bukan kelalaian, melainkan upaya serius untuk merusak infrastruktur vital. "Ini bukan hanya dilonggarkan, dilepas. Jadi memang niatnya sudah luar biasa ini," ujarnya.

Maruli menilai, sabotase tersebut bukan sekadar serangan terhadap fasilitas negara, melainkan ancaman langsung bagi keselamatan warga terdampak bencana. Ia menolak anggapan bahwa tindakan itu merupakan bentuk rekayasa atau pengkondisian tertentu.

"Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, bukan pengkondisian namanya itu. Itu biadab namanya," tuturnya.

Ia mengaku peristiwa ini sangat mengusik batin, mengingat jembatan Bailey berfungsi sebagai jalur utama mobilitas warga dan distribusi bantuan. "Kasihan masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya korban lagi. Kami sudah bekerja siang malam, anggota-anggota kita," kata Maruli.

TNI AD, lanjut Maruli, akan menelusuri lebih lanjut pihak-pihak yang terlibat dalam aksi sabotase tersebut. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan pekerjaan rekonstruksi tetap berjalan dan jembatan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.

"Saya pikir kita lebih baik fokus saja bagaimana pekerjaan kita ini bisa melayani masyarakat, dan bisa dijaga untuk bisa betul-betul aman buat masyarakat itu sendiri," pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya