Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gus Miftah: Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II Dinilai Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania

Rahmatul Fajri
15/11/2025 13:07
Gus Miftah: Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II Dinilai Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania
Ilustrasi(Dok Kemhan)

PENDAKWAH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal Gus Miftah menilai kedekatan personal antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II menjadi salah satu fondasi penting yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Menurutnya, relasi Prabowo–Abdullah II bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, melainkan persahabatan yang berakar sejak keduanya menempuh pendidikan militer di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat, pada era 1980-an. Saat itu, Prabowo masih menjadi perwira muda Indonesia, sementara Abdullah merupakan pangeran militer Yordania.

Gus Miftah menyebut pengalaman bersama di lingkungan militer telah membentuk kedekatan emosional yang bertahan hingga kini. “Mereka berbagi disiplin, loyalitas, dan nilai-nilai keprajuritan yang sama,” ujarnya.

Kedekatan itu, lanjutnya, bahkan terbukti ketika Prabowo menghadapi masa sulit pascareformasi 1998. Yordania di bawah Raja Hussein, ayahanda Abdullah II memberikan ruang bagi Prabowo untuk menetap sementara. Abdullah II disebut mengingat masa itu sebagai momen ketika ayahnya menerima Prabowo seperti bagian dari keluarga.

Kini, ketika keduanya telah memimpin negara masing-masing, hubungan personal tersebut berkembang menjadi modal diplomasi yang signifikan. Pertemuan bilateral di Amman pada April 2025 maupun di Jakarta pada November 2025 dinilai bukan sekadar agenda protokoler, tetapi pertemuan dua sahabat lama yang kini memegang tanggung jawab geopolitik.

Gus Miftah menyoroti sejumlah gestur nonformal, seperti Raja Abdullah II yang menyopiri sendiri Presiden Prabowo saat berkunjung ke Amman sebagai simbol kehangatan di luar norma diplomasi resmi.

Ia menilai kedekatan itu berdampak nyata pada isu strategis, terutama terkait Palestina. Indonesia dan Yordania, kata dia, memiliki posisi tegas mendukung kemerdekaan Palestina dan sering berada di garis depan dalam menyuarakan penyelesaian damai yang adil. “Ikatan pribadi memungkinkan koordinasi yang lebih padu dan efektif,” ucapnya.

Selain isu kemanusiaan, kerja sama pertahanan juga menguat. MoU di bidang pendidikan militer, pelatihan, hingga pengembangan sumber daya manusia menjadi bukti bahwa hubungan kedua negara memasuki fase kolaborasi yang lebih substansial.

Gus Miftah menilai hubungan Prabowo dan Abdullah II adalah contoh bagaimana persahabatan personal dapat menjadi katalisator diplomasi modern. “Di tengah dunia yang kerap sinis, sentuhan personal masih dapat membentuk arah kerja sama antarnegara,” katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya