Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) perlu menggelar Muktamar Luar Biasa menyikapi dualisme kepemimpinan di internal partai.
Diketahui, pada Muktamar X PPP yang berlangsung 27 September lalu, Mardiono mengaku terpilih sebagai Ketua Umum PPP secara aklamasi. Namun, kubu Agus Suparmanto menolak klaim tersebut dan menyatakan pihaknya yang menjadi Ketua Umum PPP setelah melanjutkan Muktamar X yang sempat berhenti karena ricuh.
Kedua kubu kemudian mendaftarkan kepengurusannya ke Kementerian Hukum. Setelah dilakukan penelitian terhadap AD/ART partai, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengesahkan kepengurusan PPP pimpinan Mardiono. Keputusan Menteri Hukum tersebut ditolak oleh kubu Agus Suparmanto dan mengaku akan mengajukan keberatan.
Jamiluddin menilai meski Menteri Hukum telah mengesahkan kepengurusan PPP pimpinan Mardiono, namun konflik internal masih berlanjut. Ia mengatakan konflik tersebut akan memperlemah internal PPP.
"Konflik di internal sudah pasti melemahkan PPP dalam membangun soliditas. Tanpa soliditas yang tinggi, tentu PPP akan sulit meningkatkan elektabilitasnya," kata Jamiluddin kepada Media Indonesia, Sabtu (4/10).
Jamiluddin menilai dualisme kepemimpinan ini akan berdampak pada Pemilu 2029. Internal yang tidak solid akan menyulitkan partai masuk parlemen.
Maka dari itu, Jamiluddin menilai perlu Muktamar Luar Biasa untuk mengatasi persoalan dualisme kepemimpinan PPP. "Untuk itu, PPP perlu melakukan Muktamar Luar Biasa. Dengan cara ini, PPP rapat memilih ulang ketua umumnya. Kemenkum sebaiknya mencabut SK pensahan kepengurusan Mardiono. Hal ini perlu agar dimungkinkan dilakukan Muktamar Luar Biasa," pungkasnya. (M-1)
DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau menunjukkan soliditas organisasi dengan sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX,
Ketua Umum PPP Mardiono melakukan silaturahmi ke kediaman Din Syamsuddin
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengajak Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) ikut mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi
Muhamad Mardiono mengatakan ada orang baik yang memfasilitasi rekonsiliasi PPP antara kubunya dengan kubu Agus Suparmanto.
Lebih lanjut Supratman menjelaskan bahwa Presiden Prabowo selalu mengatakan partai politik harus menyelesaikan masalahnya sendiri bila memiliki persoalan.
Supratman mengatakan, pemerintah menyerahkan PPP untuk mengurus organisasinya saat ini. Pemerintah menegaskan tidak mau ikut campur.
Dukungan kepada Muhamad Mardiono untuk kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030 mendapat tambahan penguatan.
Menjelang Muktamar ke-X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada akhir September 2025, kader PPP di Kabupaten Pesawaran, Lampung, semakin solid dalam menyusun langkah politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved