Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Marcellus Hakeng Jayawibawa menolak keras segala bentuk upaya adu domba, pecah belah, dan provokasi yang mencoba memecah belah persatuan masyarakat Indonesia.
Marcellus juga menegaskan dukungannya terhadap penyampaian aspirasi masyarakat selama dilakukan dengan damai.
"Kami mendukung sepenuhnya aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai dan konstitusional. Namun, kami menolak keras segala bentuk aksi yang disertai dengan kekerasan, anarkisme, dan pengrusakan fasilitas umum," kata Marcellus melalui keterangannya, Senin (1/9).
Marcellus mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai provokator yang mencoba memicu tindakan anarkis di lingkungan masing-masing. Ia mengatakan jangan sampai persatuan terkoyak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Marcellus menegaskan komitmen DPN Tani Merdeka Indonesia untuk terus mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun bangsa.
"Kami percaya sepenuhnya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan terus membela masyarakat kecil atau 'wong cilik' dan bahwa setiap kebijakannya akan selalu berpihak kepada rakyat," ujarnya. (E-4)
GENERASI Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar pertemuan seluruh rayon.
DEWAN Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP KAMSRI) menyoroti kondisi politik nasional yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi massa.
OMBUDSMAN RI menyoroti korban berjatuhan pada demo di sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat (29/8) hingga (1/9).
MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan memimpin rapat koordinasi membahas kondisi keamanan pascademonstrasi yang sebelumnya berujung kerusuhan di sejumlah wilayah.
Masyarakat disebut masih mengalami tekanan ekonomi dan masalah ketenagakerjaan yang kian berat, mulai dari maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved