Kamis 15 September 2016, 06:13 WIB

Golkar Akui akan Ajukan Terpidana di Pilkada

Arif Hulwan | Politik dan Hukum
Golkar Akui akan Ajukan Terpidana di Pilkada

Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya. -- MI/Susanto

 

KETUA DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengaku pihaknya memiliki kader yang tengah menjalani hukuman percobaan, tetapi dinilai potensial untuk menang jika kembali ikut pilkada.

Meski begitu, pertimbangan meloloskan calon yang berstatus terpidana hukuman percobaan lebih disebabkan pertimbangan melindungi hak politik secara umum.

“Ada, memang, kader terbaik kami yang dalam kondisi seperti itu. Yang bersangkut­an masih punya peluang (menang) dan ini tidak boleh ditutup,” cetus Tantowi di Jakarta, kemarin.

Baginya, tidak semua terpidana mesti kehilangan hak politik. Hak itu dilindungi perundangan dan harus tetap dijamin dalam peraturan KPU (PKPU). Tantowi menepis bahwa pembelaan itu hanya demi kepentingan kader tersebut ataupun partai.

“Ini pembelaan terhadap hak serta peluang calon saja, tidak ada kepentingan sese­orang. Jadi, big picture-nya saja,” kilah Tantowi.

Diketahui, kader partai be­ringin yang tengah menjalani masa pidana percobaan ialah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Ia divonis setelah diadukan Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso lewat delik pencemaran nama baik semasa Budi menjabat Kapolda Gorontalo.

Diperbolehkannya terpidana hukuman percobaan untuk maju dalam pilkada telah diputuskan dalam rapat Komisi II DPR bersama pemerintah, KPU, dan Bawaslu. Kendati KPU tidak setuju, keputusan tersebut tetap akan diakomodasikan dalam PKPU.

Ketua KPU Juri Ardiantoro mengatakan PKPU tentang Pencalonan akan memuat poin yang sama dengan kesimpulan DPR. “KPU berpegang pada Pasal 9 huruf a UU No 10/2016 bahwa keputusan DPR itu mengikat,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat Komisi II DPR sempat membahas dengan alot perkara boleh atau tidaknya terpidana percobaan maju dalam pilkada. Penolakan KPU hanya didukung dengan tegas oleh anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP dan Fraksi PAN.

Namun, belakangan setelah rapat memutuskan terpidana percobaan bisa diloloskan, sejumlah fraksi lainnya menyatakan tidak menginginkan ada terpidana yang maju dalam pilkada. Aspirasi yang sebelumnya tidak lantang disuarakan dalam rapat Komisi II DPR.

Uji materi
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan Undang-Undang Pilkada jelas melarang semua jenis terpidana untuk mencalonkan diri di pilkada, yakni di Pasal 7 huruf g. Ia mendo­rong poin terkait dengan terpidana percobaan dalam PKPU Pencalonan diujimaterikan ke Mahkamah Agung.

“Bila integritas (calon kepala daerah) enggak jelas, rekam jejak enggak baik, bagaimana bisa menghasilkan kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan rakyat?” cetus anggota Komisi III DPR itu, kemarin.

Senada, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan aturan yang membolehkan terpidana percobaan bisa ikut pilkada menyalahi norma dan semangat integritas pemerintah bersih yang didorong KPK.

“Kalau mau punya pimpinan bagus, ya, tidak seperti itulah,” imbuhnya. (Pol/Cah/P-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Puskapol UI: NasDem Harus Bentuk Koalisi Sebelum Berkonvensi

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 20 Juni 2021, 13:59 WIB
Hampir dapat dipastikan, parpol yang dipimpin Surya Paloh itu harus berkoalisi dengan partai lain dalam kontestasi pemilihan...
ANTARA/Reno Esnir

Ini Alasan Munculnya Pertanyaan Pancasila atau Al Quran di TWK

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 20 Juni 2021, 12:29 WIB
Para asesor akan melihat respons dari peserta tes wawasan kebangsaan yang ditanyakan perihal memilih Pancasila atau Al...
Ist

Mendagri Apresiasi Rakernas XIII Apkasi Turut Pulihkan Ekonomi Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 11:48 WIB
Mendagri Tito Karnavian mendukung program working form Bali dalam rangka upaya pemulihan Bali yang kita tahu terdampak cukup parah akibat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya