Catat! Ini Makna dan Contoh Sikap Sila Ke-5 di Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Masyarakat
Joan Imanuella Hanna Pangemanan
06/4/2023 15:45
Ilustrasi Pancasila(Dok.MI)
SILA ke-5 Pancasila berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” merupakan perwujudan yang paling konkret dari prinsip-prinsip Pancasila.
Berdasarkan laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, prinsip keadilan adalah inti dari moral ketuhanan, landasan pokok perikemanusiaan, simpul persatuan, dan matra kedaulatan rakyat. Dengan kata lain, keadilan sosial merupakan perwujudan sekaligus cerminan imperatif etis keempat sila dalam Pancasila lainnya.
Sila ke-5 ini dilambangkan dengan padi dan kapas. Butir-butir pengalaman Pancasila Sila ke-5 adalah sebagai berikut.
Sila ke-5 Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memiliki butir-butir pengamalan yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan sudah diperbaharui setelah Reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.
Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Contoh Sikap yang Sesuai Dengan Sila Ke-5 Di Rumah Atau Keluarga
Senantiasa Gotong Royong saat melakukan pekerjaan rumah bersama keluarga. Dalam praktiknya, kita harus melakukan pekerjaan rumah dengan keluarga secara adil. Di dalam rumah, pada hakikatnya tidak ada atasan bawahan, atau orang yang berhak. Baik anak-anak, orang tua, adik, kakak, memiliki perannya masing-masing dalam aktivitas di rumah.
Misalnya, saat membersihkan lingkungan rumah bersama saudara, ibu, saudara perempuan, dan kerabat lainnya perlu saling membantu. Tujuan gotong royong ini adalah selain mempermudah dan mempercepat pekerjaan rumah selesai, juga membuat keeratan dalam hubungan keluarga agar lebih harmonis dengan peran dan posisi yang adil di dalam rumah.
Bekerja sama untuk memecahkan masalah keluarga. Dalam keluarga, kita harus bekerja sama untuk memecahkan masalah keluarga. Tentu saja, ketika kita bekerja sama, masalah yang kita hadapi lebih mudah untuk dipecahkan dan diselesaikan. Masalah juga bisa muncul dalam keluarga, untuk menyelesaikannya tentu tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja. Namun perlu didiskusikan dan dikomunikasikan dalam satu keluarga tersebut.
Saling membantu dengan keluarga lain. Sebagai bagian dari keluarga, kita perlu saling membantu dengan keluarga lain. Bantulah keluarga-keluarga kalian untuk meringankan baik masalah rumah maupun tugas-tugas umum. Kebersamaan dan rasa persatuan antar keluarga pun semakin erat. Pada hakikatnya nilai kekeluargaan ini perlu dibangun dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Memberikan hak dan tanggung jawab yang sama kepada setiap keluarga. Dalam rumah atau keluarga, setiap anggotanya memiliki peran dan posisinya masing-masing. Maka hak, kewajiban, dan tanggungjawab juga perlu ditegaskan meski dalam keluarga kecil sekalipun.
Jangan mendiskriminasi keluarga. Kita tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain dalam keluarga kita. Setiap keluarga memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.
Contoh Sikap yang Sesuai Dengan Sila Ke-5 Di Lingkungan Masyarakat
Membantu teman, saudara, tetangga dan orang lain yang sedang mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor dan banjir. Saling membantu adalah contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 pancasila yang mengamalkan nilai “keadilan sosial” karena mereka sedang membutuhkan pertolongan.
Tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Itu artinya kita saling menghargai dengan tidak mengganggu aktivitas atau privasi seseorang.
Senantiasa ikut melakukan Gotong Royong atau berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat seperti membersihkan lingkungan sekitar
Menghormati hak-hak teman, tetangga, saudara dan orang lain dan tidak mengganggu hak orang lain. Misalnya, jangan memutar radio dengan keras saat tetangga kalian sedang sakit.
Dalam hal berteman, jangan kesal dan bersikap lah dengan adil. Artinya tidak diskriminatif dan memperlakukan orang secara setara tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras, golongan, dan sebagainya.
Murah hati untuk membantu mereka yang membutuhkan
Mengapresiasi dan menghargai karya orang lain
Memelihara sikap yang saling membantu
Jangan melakukan apapun yang akan merugikan diri sendiri dan publik secara luas
Bersikaplah adil kepada semua orang, tanpa memandang derajat, posisi, atau status seseorang
Menghargai usaha orang lain
Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi
Jangan menghabiskan atau membuang-buang uang untuk membeli barang-barang yang tidak kamu butuhkan
Senantiasa bekerja keras untuk mencapai kemajuan dan keadilan sosial
Jangan menggunakan hak pribadi kamu untuk memaksa atau menindas orang lain
Memperhatikan dan menjaga fasilitas umum yang disediakan
Contoh Sikap yang Sesuai Dengan Sila Ke-5 di Sekolah
Menghargai guru dan teman- teman di sekolah
Tidak membully teman di sekolah, seperti adik kelas atau teman yang memiliki keterbatasan atau status yang berbeda
Saling menghargai sesama teman
Bekerja sama dalam melakukan tugas atau kerja kelompok
Bekerja sama membersihkan kelas dan lingkungan sekolah
Tidak berperilaku buruk kepada teman- teman di sekolah
Berteman baik dengan setiap siswa tanpa memandang status, derajat, agama, suku, dan ras yang berbeda
Tidak melakukan tindakan curang kepada teman atau guru di sekolah. (Z-3)
Menyampaikan kritik dengan bahasa yang santun bukan berarti takut atau tidak berani, melainkan menunjukkan kematangan dalam berpikir dan berkomunikasi.
Dalam dunia bisnis dan investasi, terlalu banyak pilihan justru menciptakan distraksi dan kelelahan mental. Bagi Timothy Ronald, menyederhanakan hidup adalah kunci utama pertumbuhan.