Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 60% pemilih pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diproyeksikan berusia 17-39 tahun. Sudah saatnya pemilih muda yang mendominasi tersebut harus dapat dilihat oleh semua pemangku kepentingan, baik peserta dan penyelenggara pemilu, maupun pemerintah, sebagai subjek, bukan objek politik semata.
Mada Sukmajati, pengajar tata kelola pemilu pada Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada, berpendapat, pemilih muda identik dengan perubahan dan harapan baru. Sebagai generasi yang lebih melek dengan perkembangan teknologi informasi, pemilih muda juga perlu melakukan tekanan terhadap partai politik terhadap agenda yang diharapkan.
"Karena potensi anak muda seperti itu, pasti akan digarap oleh peserta pemilu karena mereka, kan, butuh suara juga," kata Mada saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (18/2).
Mada mengatakan, partai politik tidak dapat lagi mengasumsikan pemilih muda sebagai objek yang, "Mudah digiring ke sana, ke sini." Baginya, ada pendekatan berbeda yang perlu diterapkan untuk meraih suara pemilih muda.
Baca juga: Pemilu 2024 Harus Dengarkan Suara Anak Muda
Peserta Pemilu 2024, lanjutnya, dapat memanfaatkan isu-isu yang selama ini tidak begitu diperhatikan politisi senior dalam rangka mendulang suara, misalnya visi menjadikan Indonesia untuk lebih berkontribusi di tingkat global.
Kendati demikian, Mada menggarisbawahi bahwa perubahan pada 2024 mendatang harus dimulai dengan pemilih muda itu sendiri. Pemilih muda, sambungnya, harus menempatkan posisi mereka sebagai subjek politik. Sehingga, inisiatif dan ketertarikan untuk terlibat dalam pesta demokrasi dapat muncul.
"Mumpung ini ada momentum lima tahunan yang menjadi momentum perubahan, saatnya anak-anak muda mendapat tempat," tandasnya.
Senada, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) August Mellaz juga mengatakan Pemilu 2024 ditandai dengan pergantian pemimpin setelah Joko Widodo menjadi presiden untuk dua periode. Di samping itu, dominasi pemilih muda harus dimaknai para aktor politik untuk menyesuaikan kampanye mereka.
"Mau tidak mau dalam program yang akan dikampanyekan, harus mendengarkan suara-suara anak muda," katanya dalam diskusi bertajuk Zillenial Dukung Pemilu Damai yang diselenggarakan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) di Jakarta, Jumat (17/2).
Politisi muda yang menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan isu yang dapat dikapitalisasi untuk mengeruk suara pemilih muda antara lain lapangan kerja, pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan kesehatan mental.
"Isu itu harus dikemas sedemikian rupa sehingga gampang dicerna oleh publik," kata Esti.
Ia sendiri sadar sikap apatisme generasi muda terhadap institusi negara terejawantah pada rendahnya tingkat penerimaan masyarakat terhadap DPR. Oleh karena itu, Esti berupaya mengubah citra tersebut dengan mengubah persepsi masyarakat.
Salah satu yang dilakukan Esti adalah mendorong transparansi demi menjaga akuntabilitas publik, misalnya membagikan hasil pekerjaannya ke media sosial.
"Mudah-mudahan bagi yang apatis, turn your hate into love," tandasnya. (OL-17)
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih oleh DPRD.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Di tengah perekonomian yang makin kompleks dan layanan keuangan digital yang berkembang pesat, literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda Indonesia.
Tahun depan, perusahaan akan semakin berkonsentrasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
GENERASI Z (Gen Z), tercatat mendominasi pemanfaatan Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI) dalam keseharian, bahkan untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved