Kamis 19 Januari 2023, 13:30 WIB

Kejagung Jelaskan tak Ada Hal Meringankan Tuntutan Sambo

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Jelaskan tak Ada Hal Meringankan Tuntutan Sambo

ANTARA
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yousa Hutabarat, Ferdy Sambo, menyimak pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan.

 

JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Fadil Zumhana menjelaskan alasan jaksa penuntut umum (JPU) tidak menyertakan pertimbangan hal meringankan dalam tuntutan terhadap Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.

Menurutnya, itu disebabkan karena JPU telah menuntut maksimal Sambo, yakni pidana penjara seumur hidup. "Dalam SOP kami, ketika kami menuntut maksimal, yang rngan pasti enggak ada," kata Fadil di Kompleks Kejagung, Jakarta, Kamis (19/1).

Baca juga: 

Oleh karena itu, Fadil mengatakan jika JPU menyematkan hal-hal meringankan, tuntutan akan tidak maksimal.

"Kecuali saya tuntut 20 tahun, mungkin ada yang meringankan," jelasnya.

Di antara lima terdakwa pembunuhan berencana Yosua, tuntutan terhadap Sambo menjadi yang tertinggi diajukan JPU. Tuntutan tertinggi kedua diajukan kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, yakni 12 tahun penjara. 

Adapun tiga terdakwa lainnya, yaitu Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal, dituntut pidana penjara selama 8 tahun. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ditanya Reshuffle, Jokowi: Yang Pasti Hari ini Rabu Pon

👤 Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:53 WIB
Presiden Joko Widodo tidak memberikan keterangan terkait rencana perombakan kabinet yang diisukan akan dilaksanakan pada hari...
Dok. Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan

8 Gubernur Sepakat Meneruskan RUU Daerah Kepulauan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:26 WIB
Percepatan pengesahannya menjadi UU merupakan upaya untuk menjadikannya sebagai payung hukum bagi pembangunan daerah...
Ist

Menteri yang Bawa ASN Kampanye Bakal Dikenakan Sanksi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:23 WIB
Netralitas ASN semakin jadi perhatian usai MK menerbitkan putusan nomor 68/PUU-XX/2022 yang menyatakan bahwa menteri maju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya