Senin 21 November 2022, 13:46 WIB

Presiden: Indonesia Sedang Memetik Buah Kepercayaan Global

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden: Indonesia Sedang Memetik Buah Kepercayaan Global

ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Galih Pradipta
Presiden Joko Widodo memberi pernyataan pers seusai bersama para pemimpin negara G20.

 

Keberhasilan Indonesia sebagai presidensi G20 dan tugas baru sebagai Ketua ASEAN 2023 merupakan buah dari kepercayaan masyarakat dunia.

Indonesia dianggap sebagai sebuah negara yang mampu mengatasi persoalan-persoalan besar secara baik, mulai dari pandemi covid-19 sampai krisis pangan.

"Kita betul-betul berada di puncak kepemimpinan global. Itu adalah sebuah keprcayaan yang tidak mudah kita peroleh," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/11).

Ia mengatakan Indonesia begitu disegani karena mampu menyuguhkan angka-angka riil di lapangan.

Perekonomian nasional merupakan salah satu yang terbaik di antara seluruh anggota G20.

Sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi di dalam negeri selalu berada di atas 5%.

"Pas kita sebagai ketua G20, ekonomi kita di kuartal ketiga berada di angka 5,72%," tuturnya.

Tingkat inflasi juga bisa dikendalikan. Pada kuartal kedua tahun ini, angka inflasi masih di 4,9%. Bahkan, ketika pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM, lonjakan yang terjadi tidak begitu besar dan berada di level 5,9%.

Dari sisi ekspor, kinerja Indonesia juga masih bertumbuh. Di saat negara-negara lain kesulitan memasarkan barang, angka penjualan produk lokal ke luar negeri justru tumbuh 21,6% di kuartal ketiga tahun ini.

"Hal-hal seperti ini yang menumbuhkan kepercayaan global terhadap kita. kalau sudah muncul trust, muncul kepercayaan apa yg akan terjadi? Sama seperti kalau kita pengusaha, punya produk. Kalau sudah dipercaya, jual barang itu mudah. Ini sama dengan dalam scope besar, sebuah negara juga sama seperti itu. Inilah posisi kita sekarang," jelas mantan wali kota Surakarta itu.

Presiden pun berpesan kepada seluruh pihak terutama para menterinya untuk mempertahankan dan meningkatkan angka-angka bagus yang telah dicapai di sepanjang tahun ini.

"Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati dalam membuat kebijakan di posisi yang sangat rentan ini. Jangan keliru jangan salah. Utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Kenapa hampir tiap hari, tiap minggu, saya masuk ke pasar. Baru saja tadi pagi saya ke pasar di Boyolali. Saya cek harga yang naik apa, harga yang stabil apa, supaya kita dapat feelingnya. Jangan keliru kita membuat kebijakan," jelas Jokowi.

Optimisme, sambungnya, harus dirawat. Di sisi lain, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena situasi dunia masih penuh dengan ketidakpastian.

"Kalau ekonomi dunia gonjang ganjing, hati-hati. Lanskap ekonomi global akan berimbas ke kita. Oleh sebab itu, strateginya harus benar. Hati-hati mengelola di tengah posisi dunia sulit diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasi. Hati-hati membuat kebijakan. Begitu salah sedikit, bisa berdarah-darah," tandasnya. (OL-12)

Baca Juga

DOK MI

KPU Wajib Cermati Hal Teknis

👤Putra Ananda 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:45 WIB
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) diminta mencermati hal teknis terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024...
MI/Susanto

Kejagung Periksa Pejabat Pemkab Serang Usut Rasuah Waskita Beton

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:12 WIB
Salah satu pejabat yang diperiksa berinisial TEMS selaku Sekretaris Daerah Pemkab Serang. Dua saksi lainnya berinisial HS dan...
dok.ist

Eros Djarot: Perintah Jokowi Berantas Mafia Tanah Tegas dan Jelas Kok

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:05 WIB
KETUA Gerakan Bhinneka Nasionalis, Eros Djarot menilai Presiden Jokowi dipermalukan oleh komplotan mafia tanah.Sebab perintah presiden...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya