Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo diyakini telah mempertimbangkan secara matang untuk menyerahkan 27 tugas khusus kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP.
"Ada aspek political trust kepada Luhut bahwa sektor yang ditangani membutuhkan figur orang dengan kemampuan kepemimpinan yang bisa diterima semua pihak. Luhut kan merupakan menteri yang senior, berlatar belakang militer, punya kemampuan manajerial, mampu membaca situasi psikologi politik elite politik. Luhut juga punya bargaining politik sangat kuat. Dia senior, berlatar belakang militer, memiliki relasi yang sangat kuat, dan disegani para menteri," kata pakar ilmu politik Universitas Airlangga Kris Nugroho saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (11/6).
Presiden Joko Widodo memang mempercayakan 27 tugas kepada Jenderal Luhut. Seperti, Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI, Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ketua Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional, hingga mengurus masalah minyak goreng di wilayah Jawa dan Bali.
Kris menilai, Presiden Jokowi tentu menilai persoalan itu adalah urgen dan Presiden Jokowi memandang Luhut mampu menyelesaikan beragam tugas secara efektif. "Ini menunjukkan sesuatu yang sangat urgen dari sisi presiden. Tentu saja ada harapan dan keinginan segala kebijakannya ditangani oleh Luhut sehingga prosesnya bisa aman," ucapnya.
Selain itu, sambung ia, Luhut juga berani pasang badan terhadap kebijakan pemerintah. Dia mencontohkan, kegaduhan seputar rencana penaikan tarif untuk menaiki Candi Borobudur dan wacana penundaan pemilu. "Situasi mereda dan Jokowi tidak terimbas. Semua bisa diselesaikan dengan tenang. Itu adalah kemampuan Luhut dalam membaca situasi dan mengambil reaksi yang tepat sehingga tidak ada reaksi yang mengarah ke presiden," kata Kris.
Sejumlah politisi sempat melontarkan pernah mengkritisi sejumlah tugas yang dijalani oleh Luhut. Seperti, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut Luhut bak Menkosaurus atau menteri koordinator segala urusan.
Selain itu, sejumlah elite PDIP juga mempertanyakan pemberian kepercayaan peran dan jabatan kepada Luhut. Seperti, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menilai kepercayaan yang luar biasa dan super dari Presiden Jokowi kepada Luhut. Bahkan, Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto sempat menyebut power politik Luhut yang kuat. Sedangkan anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu sempat mengibaratkan Luhut sebagai perdana menteri di pemerintahan Jokowi. Adapun anggota Komisi VI DPR RI dari F-PDIP Deddy Yevri Sitorus juga mempertanyakan rencana menaikkan tiket naik ke Candi Borobudur. Dia menganggap kebijakan itu cenderung mengarah ke komersialisasi. Deddy yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Utara itu juga mengkritisi sejumlah rencana Luhut dalam mengurus sengkarut minyak goreng.
Selain itu, sambung Kris, Presiden Jokowi membutuhkan Luhut sebagai penyeimbang terhadap keberadaan partai politik di dalam kabinet. Apalagi, menteri koalisi berbasis partai politik cenderung bersifat sangat transaksional.
"Pada saat menteri dari parpol dan kalangan sipil bermanuver karena politik praktis, Luhut kan kenceng (lurus) saja. Ini merupakan bagian dari kelebihan pengendalian manajemen konflik Jokowi," tutur Kris.
Sehingga, sambung Kris, resistensi kalangan parpol terhadap Luhut sangat terbuka. "Pak Luhut pasti sudah melakukan lobi-lobi juga. Kemampuan dia membaca situasi politik sangat dibutuhkan oleh Jokowi sebagai menteri yang bisa dipercaya," kata dia. (X-15)
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
KETUA DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD berpeluang dibahas pada rapat kerja nasional (rakernas).
Risma menuturkan, para sopir ambulans kerap bekerja tanpa hari libur, bahkan tetap mengantar pasien pada hari Minggu maupun dini hari.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning Proletariyati, mengeklaim bahwa hanya PDIP yang memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved