Senin 09 Mei 2022, 08:25 WIB

Golkar Yakin Airlangga Diterima Kalangan Nasionalis dan Kelompok Islam

RO/Micom | Politik dan Hukum
Golkar Yakin Airlangga Diterima Kalangan Nasionalis dan Kelompok Islam

.
.

 

GOLKAR daerah menyambut positif pertemuan Ketum Airlangga Hartarto dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (7/5). Meski pertemuan berbalut silaturahmi lebaran, momen tersebut tak bisa lepas dengan rencana koalisi Demokrat dan Golkar di Pemilu 2024.

Ketua DPD Golkar Bandung Edwin Senjaya mengatakan pihaknya bulat mendukung Airlangga sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Dia pun mendukung apabila nantinya Airlangga memilih AHY sebagai cawapresnya.

“Kita sebagai Kader Golkar di daerah akan selalu mendukung Ketum kita Airlangga Hartarto untuk maju sebagai Capres.” katanya, Minggu (8/5). 

“Soal berpasangan dengan siapapun tidak masalah, termasuk dengan AHY yang penting menang,” tegas Edwin.

Edwin merasa, Pemilu 2024 sudah saatnya Golkar menjadi pemenang pemilu. Dia menyerukan adanya perubahan demi Indonesia lebih baik lagi ke depan. 

Edwin meyakini, Airlangga bisa diterima di kalangan nasionalis dan kelompok islam. Termasuk apabila nantinya berpasangan dengan AHY sekalipun.

“Warna Golkar kan jelas, agamis-nasionalis,  nasionalis-agamis,” terang dia.

Menurut dia, sampai saat ini Golkar Bandung juga telah gencar melakukan beragam strategi guna meningkatkan popularitas dan elektabilitas Airlangga sebagai calon presiden.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai Airlangga-AHY bisa menjadi pilihan untuk mengurangi polarisasi di tengah masyarakat. Khususnya labelisasi ’cebong’ dan ‘kadrun’ yang selama ini menghiasi wajah politik nasional Indonesia.

"Bisa saja Airlangga dan AHY itu mengurangi polarisasi. Keduanya tidak masuk dalam lingkungan itu,” ujar Adi.

Adi menilai, Pilpres 2024 mendatang perlu ada sosok-sosok yang bisa maju sebagai calon alternatif. Sebab polarisasi politik masih terasa hingga saat ini.

Menurut dia, polarisasi ‘cebong’ dan ‘kadrun’ berada dalam tiga nama yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

"Muncul nama-nama lain, seperti Airlangga dan AHY ini bisa menjadi daya tawar atau obat tawar," kata Adi.

Meski demikian, nama-nama alternatif itu masih bisa berubah. Adi menilai, silahturami AH dan AHY tidak lepas hasil lembaga survei terkait elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

"Tapi sejauh ini kan belum ada kejelasan apakah Airlangga Hartarto atau AHY akan berkoalisi dengan siapa," katanya.

Menurutnya, silaturahmi politik antar kedua pimpinan partai politik itu hal yang wajar. Apalagi menjelang Pemilu 2024 yang tinggal tersisa 2 tahun lagi. "Mungkin kegiatan-kegiatan seperti ini (silaturahmi politik) akan terus dilakukan," ucap Adi. (J-1) 

Baca Juga

Antara

KPK Pelajari Dugaan Korupsi Merpati Airlines

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 23 Mei 2022, 18:51 WIB
Lamsihar menduga ada permainan yang dilakukan oleh jajaran direksi dari dana pensiun PT Merpati Nusantara...
MI/ Moh Irfan

Mahfud MD: Penunjukan Penjabat Daerah Dilakukan Secara Terbuka

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 23 Mei 2022, 18:47 WIB
Mahfud menjelaskan menjelaskan dalam proses penunjukan penjabat daerah, pemerintah pusat melibatkan Tim Penilai Akhir, yang...
Ist

Asosiasi UPK NKRI Menolak Transformasi UPK - BUMDes

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 18:45 WIB
Asosiasi UPN NKRI menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo dengan tuntutan pencabutan Pasal 73 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya