Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Asal Bukan Ahok Barisan Kasihan

Selamat Saragih
02/6/2016 06:05
Asal Bukan Ahok Barisan Kasihan
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa heran melihat sejumlah cara aneh yang dilakukan banyak orang yang ingin menjegal dirinya. Padahal, ia mengaku bersedia menerima tantangan berdebat jika substansinya terkait dengan program kerja yang ditawarkan bagi DKI Jakarta.

Menurut pria yang akrab di­sapa Ahok tersebut, kebanyakan pihak rival hanya berpatokan pada ‘asal bukan Ahok’, bukan kualitas calon penantangnya. “Calonin calon yang pintar. Jual program, bukan cuma asal ­bukan Ahok. Kasian lu kalau cuma asal bukan Ahok,” kata Ahok di RPTRA Mulya, Jakarta Pusat, kemarin.

Ahok pun menganggap pihak yang menginginkan ia mengundurkan diri tidak mengerti hukum. Dia menduga banyak orang yang takut pada dirinya jika maju lagi.
“Lu kenapa suruh gue mundur? Takut amat sih sama gue. Tunggu aku selesain kerja dulu sampai Oktober 2017. Jadi kalau enggak mau saya lagi, ya sampai Oktober 2017 ya,” cetus Ahok.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra berpendapat seharusnya petahana mundur saat akan maju ke pilkada. Riza beralasan peta­hana rentan menyalahgunakan kewenangan untuk pemenangan diri sendiri.

Partai Gerindra tengah mendekati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin merupakan calon gubernur yang ditawarkan Gerindra.

Sementara itu, PDIP terpantau mengadakan pertemuan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjajaki koalisi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Politikus PDIP yang juga Wa­kil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku PDIP tidak berniat membentuk koa­lisi gemuk. Pertemuan dengan partai lain semata bertujuan memperkuat peran partai dalam menjalan­kan demokrasi di Indonesia.

“Bukan koalisi gemuk maksudnya. Kita ini, partai-partai politik, mempunyai satu pandangan yang sama, yaitu bagaimana memperkuat peran partai. Bukan membentuk koalisi seperti itu,” kata Djarot, di Balai Kota, Jakarta, kemarin.

Djarot menekankan, meskipun dalam Pemilihan Legislatif DKI 2014 mendapatkan 28 kursi, PDIP tidak serta-merta merasa bisa berjalan sendiri.
Lebih lanjut Djarot mengungkapkan PDIP akan mengambil sikap mengenai calon-calon kepala daerah yang akan diusung, termasuk calon Gubernur DKI Jakarta, seusai Lebaran.


Rano unggul

DKI Jakarta merupakan satu dari tujuh provinsi yang akan menggelar Pilkada 2017. Petahana kerap menjadi calon terpopuler. Seperti di Provinsi Banten. peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli mengatakan Gubernur Banten Rano Karno berada pada posisi teratas hasil survei terhadap 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Banten.

Tokoh-tokoh lain yang muncul, misalnya Dimyati Na­ta­kusumah, Airin Rachmy Diany, dan Taufiequrachman Ruki. “Tapi, ada 73% (responden) yang menjawab tidak tahu. Jadi elektabilitas belum tergambar utuh,” ujar Hadi. (Mtvn/Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya