Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Demokrat Isyaratkan Ikut Mendukung Ahok

Ind/Kim/Nur/P-3
27/5/2016 09:20
Demokrat Isyaratkan Ikut Mendukung Ahok
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

SETELAH Partai NasDem dan Hanura resmi mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Partai Golkar pun mengikuti jejak kedua partai itu.

Kini, Partai Demokrat juga memberi sinyal kuat untuk masuk dalam barisan parpol pendukung Ahok.

Menurut politikus Demokrat Ruhut Sitompul, Ahok pantas memimpin Ibu Kota pada periode kedua nanti. Ruhut mengklaim Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat mengapresiasi kinerja Ahok.

"Di mata Pak SBY, Ahok bagus. Alasannya, tanyakan kepada semua. Kenapa polling dia paling tinggi. Itu alasannya. Yang lain itu hanya janji. Kalau dia (Ahok), terbukti. Itu yang kubilang kalau mau lawan Ahok, tidak mudah," kata Ruhut di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, dalam rapat terakhir bersama SBY, ujar Ruhut, belum ada keputusan mengenai calon Gubernur DKI Jakarta dari Demokrat.

Untuk itu, SBY meminta membuka komunikasi dengan semua bakal calon.

"Pak SBY minta kita buka komunikasi dengan semua calon," tukasnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya berpeluang akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengisi bursa calon gubernur DKI Jakarta.

Ketika ditanya kemungkinan calon dari Gerindra Sjafrie Sjamsoeddin dipasangkan dengan kader PDIP yang juga Wakil Gubernur DKI saat ini Djarot Syaiful Hidayat, Muzani tidak membantah.

"Kami komunikasi intensif, saya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto, kami belum bicara figur," tukasnya.

Perkembangan lain, anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mengungkapkan masih ada sejumlah isu yang belum tuntas disepakati dalam revisi UU Pilkada.

Di antaranya, soal definisi politik uang.

"Karena belum ada rumusan yang jelas, sanksinya pun kita belum tentukan," ungkap Yandri.

Selain itu, belum ada opsi bila pasangan calon independen meninggal dunia setelah terpilih, apakah dipilih DPRD atau pemilihan ulang. (Ind/Kim/Nur/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya