Jumat 24 Desember 2021, 08:55 WIB

Pengamat: Insting Keibuan Megawati Selamatkan Indonesia dari Krisis

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Pengamat: Insting Keibuan Megawati Selamatkan Indonesia dari Krisis

Antara
Megawati Soekarnoputri.

 

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyebutkan prestasi Presiden Ketiga RI Megawati Soekarnoputri dalam waktu yang sangat singkat bermodal insting keibuan mampu menstabilkan perekonomian. Langkah itu menyelamatkan Indonesia dari krisis yang sudah terjadi di waktu sebelumnya.

Megawati juga dalam bidang fiskal menjadi kerangka bagi pemerintah berikutnya. Bahkan Ujang menyatakan bahwa gelar Peletak Dasar Reformasi Ekonomi sangat layak disematkan kepada Megawati Soekarnoputri yang menjabat Presiden RI Periode 2001-2004 tersebut.

Maka, kata Ujang, penghargaan Lifetime Achievement yang diberikan CNBC Indonesia Awards 2021 kepada Megawati dinilai tepat. "Kebijakan Mega terkait dalam bidang fiskal tentunya menjadi pijakan dan jalan yang baik bagi pemerintahan berikutnya," ujar Ujang dalam keterangannya, Jumat (25/12).

Ujang menjelaskan Megawati mampu memangkas inflasi dari 13% menuju 6%, ditambah mengurangi angka kemiskinan dari 18% menjadi 16%. Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik ke 5 ini sangat layak disebut Ibu Dasar Reformasi Ekonomi Indonesia. Prestasi yang diraih Ibu Mega ini tidak bisa kita lupakan begitu saja.

Kepemimpinan Megawati dimulai saat menggantikan Presiden Abdurahman Wahid. Abdurahman Wahid dicopot dari kursi kepresidenan karena mengeluarkan dekrit pembubaran MPR. Peralihan presiden dimulai pada 2001 yang ditetapkan oleh MPR.

Pada awal kepemimpinanya, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 18%, belum lagi inflasi yang menyentuh angka 13%. Megawati mampu menurunkan angka kemiskinan dan memangkas inflasi hanya dalam kurun waktu 3 tahun.

Kemiskinan di Indonesia yang semula 18% menjadi 16% dan inflasi dari 13% ke angka 6%. Megawati sangat cekatan dalam mengolah anggaran negara yang sangat terbatas pada masa itu. Pada 2001, penerimaan pajak sebesar Rp.1,7 Triliun dan meningkat drastis pada 2002 yang mencapai Rp.180 Triliun.

Ujang juga menilai segala sesuatu yang dilakukan Megawati ini tidak terlepas dari kerja kerasnya dan para jajaran pendukungnya. Tanpa kerja keras dan transparansi, hal yang bisa dikatakan mustahil terjadi, pasti akan terjadi. "Mungkin karena Megawati kerja keras dalam menggenjot sektor pendapatan negara" jelas Ujang.

Mengembalikan prekonomian Indonesia dari keterpurukan dengan memperbaikinya dalam waktu singkat. Jelas, Megawati memiliki jasa yang amat besar untuk perekonomian Indonesia yang dampak positifnya sampai hari ini. (OL-12)

Baca Juga

DOK MI

Pekan Depan LPSK Putuskan Pengajuan JC AKB Doddy Prawiranegara

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:13 WIB
LPSK belum mengambil keputusan terkait pengajuan justice collaborator (JC) yang dilayangkan eks Kapolres Bukitinggi AKB Doddy...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Tiba di Padang, "Anies Presidenku" menggema di Bandara Internasional Minangkabau

👤Andromeda dan Fajri Fatmawati 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:46 WIB
SAMBUTAN histeris mewarnai kedatangan Anies Baswedan bakal calon presiden Partai NasDem tiba di Padang Pariaman, Sumatera Barat, pukul...
MI/Henri

Badan Otorita Klaim 21 Negara tertarik Investasi di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:11 WIB
Ia mengatakan, dengan banyaknya investor asing bisa merealisasikan target 80% pembiayaan IKN yang berasal dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya