Rabu 08 Desember 2021, 19:25 WIB

Said Aqil Janji NU Konsisten Tegakkan Islam yang Toleran

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Said Aqil Janji NU Konsisten Tegakkan Islam yang Toleran

Antara
Said Aqil Siradj

 

SAID Aqil Siradj resmi menyatakan kesediaannya untuk mencalonkan lagi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Ia berjanji akan terus menjaga NU dalam menegakkan Islam yang moderat dan toleran. "Bahkan prinsip NU adalah mayoritas melindungi mayoritas. Kita yang mayoritas ini berkewajiban melindungi minoritas. Tidak sedikit pun mayoritas menginjak yang minoritas. Sama sekali tidak ada itu," ucap Said Aqil dalam konferensi pers di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/12).

Menurutnya, pimpinan NU sejak dulu boleh saja berganti-ganti namun prinsip wasathiyah tidak pernah berubah. NU juga terus menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). 

Said menegaskan NU juga akan terus menegakkan Islam berperadaban serta antiradikalisme, antiekstremisme, dan antiterorisme.

"NU tetap sebagai organisasi Islam besar yang menegakkan Islam berperadaban, Islam yang toleran dan moderat, Islam yang santun dan ramah. Antiradikalisme, antiekstremisme, apalagi sampai terorisme," ucapnya.


Said Aqil juga menjanjikan akan terus meningkatkan program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di NU. Selain itu, ia juga berjanji menjalankan perintah ulama sepuh untuk membawa NU menjadi berkah dan maslahat di dunia Islam. "Saya berkali kali mengatakan saya menjaga NU dari gerakan-gerakan liberal atau radikal. Liberal dalam arti jauh dari ulama, jauh dari pesantren, jauh dari kitab-kitab kuning bahasa gampangnya. Saya jaga NU tidak boleh menjauhi itu semua," ujarnya.

Selain itu, Said juga bakal menjaga sikap PBNU terkait isu Palestina. Ia menyatakan PBNU akan tetap tak mengakui Israel. PBNU, ujarnya, akan terus mendesak pengakuan untuk Palestina dan terciptanya perdamaian. "Selama mereka (Israel) belum mengakui negara Palestina maka PBNU tidak mengakui negara Israel. Kalau sudah saling mengakui ayo kita hormati perdamaian itu. Tapi yang betul-betul perdamaian hakiki bukan politik diplomasi," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

PDIP Undang Erick Thohir Ke Sekolah Partai, Bicara Soal Pilpres 2024?

👤Widhoroso 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:55 WIB
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengundang Menteri BUMN Erick Thohir ke Gedung Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta...
Antara

Hasto Ungkap Kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:00 WIB
Bagi Hasto, kesuksesan Erick, Teten, dan Siti dalam menjalankan program kerja memberikan catatan baik pemerintahan...
MI/Susanto

PPP : RUU TPKS akan Diusulkan Menjadi Inisiatif DPR Besok

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 17 Januari 2022, 18:12 WIB
Achmad Baidowi menegaskan mayoritas fraksi di DPR telah menyampaikan sikap bahwa RUU TPKS akan disahkan di sidang paripurna...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya