Sabtu 04 September 2021, 14:30 WIB

Komisi II: Masyarakat Jangan Terprovokasi Penyerangan Masjid Ahmadiyah

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Komisi II: Masyarakat Jangan Terprovokasi Penyerangan Masjid Ahmadiyah

MI/ Moh Irfan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang

 

PERISTIWA penyerangan dan pengrusakan tempat ibadah dan gedung milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang, Kalimantan Barat berlangsung pada Jumat, (3/9), siang. Kejadian ini tidak boleh menyulut emosi kelompok mana pun, sebab selalu negara hadir lewat aparat penegak hukum (APH) yang tengah menanganinya.

"Masyarakat di luar Sintang tidak perlu terprovokasi dengan aksi ini. Biarkan hukum yang menyelesaikan. Pemerintah kabupaten dan APH cukup menjaga kondusifitas Sintang," terang Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang kepada Media Indonesia, Sabtu (4/9).

Baca juga: Negara Dengarkan Curhat Istri Pelanggar UU ITE

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh peristiwa ini bukan konflik antara warga yaitu aliansi umat di Sintang dengan komunitas atau jamaah Ahmadiyah. Kemudian tidak pula terdapat pembiaran dari pemerintah dan APH menyangkut penutupan dari rumah ibadah Ahmadyah tersebut.

"Pemerintah Kabuapaten Sintang, APH dan aliansi umat hanya menjalankan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tahun 2008 secara konsisten. Saya ingat SKB itu menyangkut pelarangan kegiatan Ahmadiyah," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD Jumat sore menghubungi Kapolda dan Gubernur Kalimantan Barat untuk mengetahui dan memastikan peristiwa penyerangan dan pengerusakan rumah ibadah milik Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik, dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak azasi manusia. Semuanya harus ikut aturan hukum” tegas Mahfud.

Mahfud mengatakan bahwa Kapolda dan Gubernur sudah menangani masalah ini dan segera diselesaikan secara hukum, sehingga semua pihak diharapkan bisa menahan diri.

“Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di negara kesatuan Republik Indonesia di mana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara” kata Mahfud.

Kepada semua pihak, Mahfud mengingatkan tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, negara menjamin terhadap orang yang berusaha hidup dengan nyaman di daerah yang dia kehendaki.

“Kehadiran negara ini yang pertama-tama sebenarnya adalah melindungi hak asasi manusia, martabat manusia, maka kita merdeka. Dari perlindungan terhadap martabat manusia itu lalu kita menggariskan apa tujuan bernegara ini, kesejahteraan umum. Ini yang harus dijaga, kemanan dan ketertiban dan perlindungan terhadap orang yang berusaha hidup dengan nyaman di daerah yang dikehendaki” pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Peristiwa penyerangan dan pengrusakan tempat ibadah dan gedung milik (JAI) terjadi di Kalimantan Barat Sekelompok orang dengan menggunakan batu dan bambu merusak bangunan masjid yang terletak di Desa Balai Gana, Kecamatan Tempunuk, Kabupaten Sintang. (OL-6)
 

Baca Juga

ANTARA/Asprilla Dwi Adha

BEM UI akan Gelar Demonstrasi di Depan Gedung DPR/MPR

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 10:41 WIB
Aksi demo ini didasari oleh tidak kunjungnya pemerintah membuka draft terbaru...
MI/Dero Iqbal Mahendra

Bawaslu Yakini Pentingnya Optimalisasi Peran Perempuan untuk Pemilu 2024

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Selasa 28 Juni 2022, 09:41 WIB
Mengingat hal ini sudah tertuang dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur adanya keterwakilan perempuan 30%...
MI/Dok Kemenkominfo

Kominfo Minta 2.569 PSE Lingkup Privat Daftar Ulang 

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 08:49 WIB
“Apabila PSE tidak melakukan pendaftaran sampai dengan batas akhir, 20 Juli 2022, PSE yang tidak terdaftar tersebut merupakan PSE...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya