Senin 28 Juni 2021, 02:29 WIB

INW Kecam Perubahan Vonis Bandar Narkoba

RO/Micom | Politik dan Hukum
INW Kecam Perubahan Vonis Bandar Narkoba

Antara
.

 

INDONESIA Narcotic Watch (INW) mengecam keras atas keputusan Pengadilan Tinggi Banten dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang menganulir putusan vonis mati terhadap delapan terpidana mati terdakwa kasus penteludupan narkoba.

"Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan Pengadilan Tinggi Banten tersebut sangat-sangat memalukan dan melukai hati rakyat. Putusan ini juga merupakan tamparan keras dan penghinaan berat terhadap instruksi Presiden Jokowi agar pelaku kejahatan narkoba dihukum seberat-beratnya," kata Ketua INW Budi Tanjung dalam siaran persnya, Minggu (27/6).

INW meminta agar Komisi Yudisial segera memeriksa semua majelis hakim termasuk panitera Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan Pengadikan Tinggi Banten yang menyidangkan perkara tersebut. INW juga meminta PPATK untuk menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening para hakim, keluarga dan orang-orang dekatnya.

"INW mendunga kuat ada permainan atau dugaan suap di balik perubahan putusan vonis mati menjadi 20 tahun. Bila perlu audit dan telusuri asal usul aset dan kekayaan para hakim dan paniteranya," ujar Budi.

Kejahatan narkoba termasuk salah satu kejahatan serius. Penanganannya juga tentu harus ekstra serius dan lebih keras. Selama ini upaya pemberantasan narkoba di Indonesia terkesan hanya sekedar retorika belaka.

Jika dalam pemeriksaan nanti para hakim yang menangani perkara tersebut ditemukan indikasi pelanggaran, INW meminta agar mereka yang terbukti bersalah agar dipecat dan diberikan sangsi hukum yang lebih berat. "Tidak cukup dipecat tapi harus dihukum lebih berat karena mereka jauh lebih berbahaya dari para bandar narkoba," ujarnya.

"Lebih baik mengeksekusi mati bandar besar narkoba daripada membiarkan jutaan manusia mati akibat narkoba yang dijual oleh si bandar," kata Budi.

INW prihatin terhadap Satgas Merah Putih yang telah bersusah payah mengungkap dan membongkar dua sindikat besar narkoba jaringan internasional tersebut.

Meski demikian, INW berharap agar putusan kontroversi kedua pengadilan tinggi tersebut tidak mengendorkan komitmen jajaran kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional dalam upaya memberantas peredaran dan kejahata narkoba. (J-1)

 

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Ciptakan Efek Gentar

👤Sri Utami 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:19 WIB
Perjanjian tersebut untuk mencegah dan memberantas tindak pidana lintas batas negara seperti korupsi, narkotika, dan...
Antara

Pekan Depan, Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Pangkostrad

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:09 WIB
PELANTIKAN Mayjen TNI Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Komando Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) direncanakan digelar pekan...
ANTARA FOTO/Adam Bariq

KPK Panggil Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Saksi untuk Tersangka Rahmat Effendi

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 25 Januari 2022, 13:37 WIB
Chairoman J. Putro dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya