Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TENGGELAMNYA kapal selam Nanggala 402 di perairan Bali menjadi sinyal kuat untuk pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh khususnya terhadap sistem perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4) Ketua MPR Bambang Soesatyo menekankan pemerintah tidak boleh lagi membeli barang bekas khususnya alutsista.
"Tidak boleh kita beli barang bekas lagi. Jika perlu, dilakukan audit terhadap sistem perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan (maintenance, repair and overhaul/MRO). Agar kedepannya tidak ada lagi nyawa prajurit yang gugur dalam latihan," tegasnya.
Dia mendukung rencana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memberikan kenaikan pangkat secara berjenjang terhadap seluruh personil KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas negara.
Baca juga: Jokowi Beri Kenaikan Pangkat 53 Awak KRI Nanggala-402
"Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian mereka. Para keluarga yang ditinggalkan pun harus bangga karena mereka adalah patriot kebanggaan bangsa, mengabdikan dirinya sebagai prajurit yang menjaga kedaulatan negara," terangnya.
Negara sambungnya juga harus hadir dan tidak boleh melupakan pengabdian para prajurit KRI Nanggala 402. Salah satunya dengan memberikan perhatian khusus kepada keluarga prajurit yang gugur.
Selain kenaikan pangkat, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga dapat memberikan beasiswa pendidikan kepada para putri-putri personil KRI Nanggala 402.
"Sehingga masa depan putra dan putri para prajurit KRI Nanggala 402 bisa tetap terjamin," imbuhnya. (OL-4)
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Sebanyak 133.000 personel TNI dan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) akan dikerahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas
TNI menggelar gladi bersih persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Ketiadaan buku putih berpotensi merusak kepercayaan negara lain yang selama ini dibangun melalui transparansi sektor pertahanan.
Modernisasi alutsista, mempercepat peremajaan kapal perang, kapal selam, dan sistem senjata untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan menjadi sorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved