Minggu 25 April 2021, 20:06 WIB

TNI akan Lakukan Kerja Sama Internasional Evakuasi KRI Nanggala

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
TNI akan Lakukan Kerja Sama Internasional Evakuasi KRI Nanggala

Antara/Fikri Yusuf
Tangkapan layar Nanggala 402 di dasar laut Bali

 

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) menyimpulkan ke-53 awak KRI Nanggala 402 telah gugur pasca tenggelamnya kapal tersebut di kedalaman 838 meter. Dalam konferensi pers yang dilakukan TNI disebutkan, kapal selam yang dibuat di Jerman pada 1981 terbelah menjadi tiga bagian. 

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ungkap Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat memberi keterangan pers di Badung, Bali, Minggu.

Hadi menyebutkan sejumlah bukti otentik yang ditemukan tim pencarian yaitu kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan kapal, kemudi selam pinggul dan bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK11.

Baca juga : Jangkar hingga Baju Keselamatan KRI Nanggala 402 Ditemukan

“Prajurit-prajurit terbaikHiu Kencana telah gugur saat menjalankan tugas di perairan utara Bali. Atas nama prajurit dan keluarga besar TNI, saya selaku panglima menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur," katanya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono pasa kesempatan itu menyebutkan kondisi kapal ditemukan terbelah menjadi tiga bagian. Hal tersebut berdasarkan temuan citra gambar dari robot penyelam Remoted Operated Vehicle (ROV) kapal selam asal singapura MV Shift Rescue.

Ia menambahkan, pihaknya berencana mengangkat kapal ini walaupun berada di kedalaman 838 meter. Apalagi saat ini sudah ada pihak yang ingin membantu.

Baca juga: 10 Negara Tawarkan Bantuan Pencarian KRI Nanggala 402

“Kita akan mengajukan izin ke Panglima TNI dan juga pemerintah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Hadi yang menyebutkan, pemerintah akan melakukan kerja sama dengan internasional untuk mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala 402,

"Selanjutnya pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (Ismerlo) untuk mengupayakan langkah selanjutnya," tandasnya. (OL-7)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

MI/ M Irfan

Sudah Dihapus MK, Ini Alasan Pemerintah Pertahankan Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:16 WIB
Eddy mengatakan pasal di Revisi KUHP berbeda dengan aturan yang dihapus...
MI/Susanto

Ketua KY Mukti Fajar Dikukuhkan sebagai Guru Besar UMY

👤Ardi Teristi 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:05 WIB
Terdapat beberapa persoalan hukum yang berhadapan dengan sistem sharing economy yang...
MI/Tri Subarkah

Tolak Keberatan Terdakwa, Hakim Lanjutkan Sidang Korupsi TWP-AD

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:34 WIB
Penolakan itu disampaikan dalam sidang putusan sela pada Rabu (25/5). Putusan tersebut dibacakan oleh hakim ketua Brigjen Faridah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya