Kamis 25 Februari 2021, 12:13 WIB

BKD DPR Dukung Peningkatan Kinerja ‘Evidence Based Policy’

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
BKD DPR Dukung Peningkatan Kinerja ‘Evidence Based Policy’

DOK DPR RI
Ketua Badan Keahlian (BK) DPR RI Inosentius Samsul.

 

DPR RI sebagai lembaga negara yang memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, dituntut untuk menjadi lembaga yang mampu menjalankan fungsinya guna menghasilkan kebijakan yang tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga dibutuhkan pembuatan kebijakan yang berbasis bukti seperti riset untuk menghasilkan outcome (dampak) yang lebih baik.

Ketua Badan Keahlian (BK) DPR RI Inosentius Samsul mendukung peningkatan kinerja Badan Keahlian untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence based policy). Perhatian tersebut diejawantahkan melalui serangkaian kegiatan lokakarya (workshop) yang diselenggarakan BK DPR RI dan rencanaya akan berlangsung hingga Juni 2021 mendatang.

“Riset ini penting. Jadi, (untuk penyusunan riset) gak boleh ngarang-ngarang, saya berharap. Makanya tagline (slogan) kita kan riset evidence based, itu maksudnya ya jangan ngarang, gitu. Jadi, betul-betul kalau anda memberikan masukan kepada Anggota Dewan, sumber datanya valid,” terang Sensi, sapaan akrab Inosentius saat ditemui usai Workshop Series dengan topik Good Policy Paper for Legislative Agenda di Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Dalam menjalankan tugasnya, BK DPR RI memberikan dukungan keahlian untuk kinerja Dewan melalui riset. Adapun keluaran (output) yang dihasilkan di antaranya naskah akademik, Rancangan Undang-Undang, naskah kebijakan (policy paper), serta hasil analisis terhadap suatu isu strategis dan kebijakan dalam bentuk naskah singkat (policy brief). Output tersebut diharapkan memberikan masukan kepada anggota dewan sehingga mereka dapat memahami isu terkait secara mendalam.

Sensi melanjutkan, melalui kegiatan workshop berskala lintas negara ini, diharapkan mampu memacu para tenaga ahli untuk terbiasa dengan bahasa internasional, karena ilmu tidak hanya sebatas dari satu bahasa. Selain itu, dirinya berharap dengan terbiasa menggunakan Bahasa Inggris seperti dalam workshop ini, para peserta nantinya akan mampu menjelaskan tentang Indonesia seperti Pancasila di kancah dunia dengan baik.

“Kebetulan hari ini dua narasumbernya dari luar negeri. Satu dari Bangkok, satu orang Indonesia tapi sudah lama tinggal di luar negeri dan menggunakan Bahasa Inggris. Tapi kita juga perlu dibiasakan menggunakan Bahasa Inggris. Kalau kita tahunya hanya Bahasa Indonesia akan ketinggalan kita. Ilmu itu kan menggunakan banyak bahasa,” pesan Sensi. (OL-10)

Baca Juga

Antara

Puluhan Ribu Benih Lobster Hampir Diekspor ke Singapura

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 11 April 2021, 18:26 WIB
Petugas gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 23.230 benih bening lobster dari Kepulauan Riau menuju...
DOK MI

Pembentukan Tim Satgas Hak Tagih BLBI Dinilai Mubazir

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 11 April 2021, 18:14 WIB
Pembetukan tim satgas tagih BLBI dinilai...
Antara

SBY Daftarkan Demokrat Atas Nama Pribadi, Kubu Moeldoko Protes

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 11 April 2021, 16:15 WIB
SBY dinilai secara diam-diam berusaha untuk memiliki Partai Demokrat atas nama pribadi. Pendaftaran merek Demokrat pun ada dalam situs...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya