Minggu 24 Januari 2021, 14:45 WIB

Partisipasi Pilkada 2020 Tinggi, Ini Penyebabnya

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Partisipasi Pilkada 2020 Tinggi, Ini Penyebabnya

Antara
Ilustrasi

 

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang berlangsung di tengah pandemi covid-19 mencatatkan tingkat partisipasi sangat tinggi. Kerja keras penyelenggara dan catatan apik gelaran ini patut mendapat apresiasi.

"Saya kira (angka partisipasi di pilkada yang menyentuh 76,09%) perlu diapresiasi. Saya kira angka partisipasi tersebut cukup tinggi dibandingkan negara-negara demokrasi lain yang menyelenggarakan pemilu di masa pandemi," ujar Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes kepada Media Indonesia, Minggu (24/1).

Menurut dia, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) angka partisipasi pilkada 2020 secara nasional cukup baik di atas prediksi banyak kalangan yang memperkirakan akan berada di bawah 65%. Capaian ini karena beberapa faktor seperti sosialiasi terhadap protokol kesehatan di TPS berhasil dilakukan dengan baik.

Sosialisasi ini memicu kepercayaan masyarakat di 270 daerah terhadap penyelenggara pemilu dan Kementerian Dalam Negeri. Faktor lain, kata dia, terdapat kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pilkada.

"Faktor terakhir adanya kontestasi yang ketat di sejumlah wilayah yang membuat masyarakat datang ke TPS untuk memilih," ujarnya.

Menurut Arya, selain partisipasi mencatatkan prestasi terdapat juga sektor lain yang cukup menggembirakan yakni penerapan prosedur dalam pelaksanaan pilkada 2020 yang sangat baik. "Saya kira dari sisi prosedur dan tahapan sudah cukup baik, meski ada sejumlah catatan terkait transparansi dan akuntabilitas dana kampanye, kualitas data pemilih, netralitas ASN, serta penegakan hukum terhadap money politics," pungkasnya.

Tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada mencapai 76,09%. Capaian ini menuai apresiasi dari sejumlah pihak termasuk Amerika Serikat.

"Mereka (Amerika Serikat) menyampaikan selamat kepada Indonesia. Karena selain pilkada ini tertib saat pemungutan suara, kampanye, voters turn out ini luar biasa bagi mereka. Mereka aja belum bisa mencapai itu," ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Ia mengatakan apresiasi tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat. Angka partisipasi pemilih menjadi salah satu keberhasilan bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi. Pemilu Amerika Serikat pada November 2020 lalu partisipasinya hanya sebesar 66,9%.

Menurut Tito, angka 66,9% itu merupakan partisipasi pemilih tertinggi di pemilu AS selama 120 tahun terakhir. Capaian tertinggi sebelumnya terjadi di pemilu 1900 dengan angka partisipasi pemilih 73,9%.

Tito juga membandingkan dengan partisipasi pemilih di pemilu Korea Selatan sebesar 66,2%. Dia menyebut angka itu juga merupakan yang tertinggi selama 28 tahun terakhir.Sedangkan Indonesia melalui pilkada di 270 daerah mencapai 76,09%, naik 7,03% dari gelaran sama pada 2015 dengan jumlah 269 daerah.

Baca juga : Komisi I DPR RI Minta KKB di Papua Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

"Angka ini saya kira cukup baik karena mendekati target dan melampaui partisipasi pemilih Pilkada 2015," ucapnya.

Jika dirinci, Tito melanjutkan, tingkat partisipasi pemilih untuk pemilihan gubernur sebesar 69,67%. Tingkat partisipasi pemilih tinggi adalah Sulawesi Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Utara. Adapun provinsi dengan tingkat partisipasi rendah adalah Kalimantan Tengah (59,98%), Sumatera Barat (61%), dan Kalimantan Selatan (65 %).

Untuk tingkat kabupaten, Tito menyebut tingkat partisipasi pemilihnya sebesar 77,52%. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih untuk pemilihan wali kota sebesar 69,04%.

Tito menjelaskan, pilkada 2020 merupakan yang terbesar kedua, setelah Amerika Serikat, dari 96 pemilihan yang digelar berbagai negara di dunia sepanjang 2020. Potensi pemilih di Amerika Serikat sebanyak 200 juta, sedangkan potensi pemilih pilkada 2020 di Indonesia 100 juta orang.

"Dengan tingkat partisipasi 76% lebih, artinya hampir 77 juta pemilih hadir pada saat hari pemungutan suara se-Indonesia. Ini adalah election nomor dua terbesar di seluruh dunia," ucap Tito.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Dolly Kurnia menyatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang dinilai sukses.

"Komisi II DPR RI menyampaikan ucapan terima kasih kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah khususnya Kementerian Dalam Negeri, KPU RI, Bawaslu RI, DKPP RI, partai politik, pasangan calon, Kepolisian Republik Indonesia," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist/DPR

Sahroni Nilai Kehadiran Polisi Virtual Dapat Lindungi Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 08:59 WIB
Ahmad Sahroni menilai kehadiran polisi virtual justru dilakukan untuk melindungi masyarakat dari konten yang dapat menimbulkan...
Ist/DPR

Puan Maharani: Puskesmas Ujung Tombak Vaksinasi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 08:52 WIB
Puan menegaskan Puskesmas memegang peranan penting dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kini, kasus Covid Indonesia mencapai 1,33...
AFP

Kasus HAM Sulit Selesai, Komjak Soroti Landasan Hukum

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 04:50 WIB
Komjak mendorong pemerintah dan DPR untuk merumuskan landasan hukum dalam bentuk undang-undang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya