Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melarang praja melakukan tindak kekerasan dalam Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Jika ada temuan, ia memastikan pelaku akan dipecat dan dipidana.
“Kalau mendengar ada kekerasan atau pemukulan terjadi, saya akan sikat. Akan saya perintahkan pecat, pidanakan,” kata Tito saat memberikan kuliah umum kampus IPDN di Jatinangor secara daring, kemarin.
Dia menegaskan tindakan kekerasan yang dilakukan senior kepada junior tidak dapat dibenarkan. Apalagi, dengan alasan pembentukan disiplin dan karakter. Menurut dia, tindakan kekerasan hanya sebatas bentuk balas dendam. Praja yang melakukan kekerasan biasanya menerima perlakuan yang sama saat menjadi junior.
“Kalau ada yang katakan dalam rangka membina supaya disiplin, omong kosong. Saya lihat tidak banyak manfaatnya,” ungkap dia.
Mantan Kepala Polri (Kapolri) itu menyebutkan banyak cara bisa dilakukan untuk menegakkan disiplin, di antaranya, memberikan hukuman fisik, seperti squat jump dan push up, selain kekerasan.
Dia pun meminta praja senior untuk menghilangkan tradisi tersebut. Dia tak ingin tradisi buruk tersebut membuat masyarakat kecewa, terutama para orangtua praja.
“Orangtua yang mengirim anaknya untuk sekolah di sini (IPDN) bukan mengharapkan anaknya digebuki, apalagi pulangnya menjadi peti mati mayat. Tolong dipahami betul,” ujar dia.
Di samping itu, Mendagri mengapresiasi proses rekrutmen praja IPDN Angkatan XXXI yang berlangsung secara terbuka, transparan, dan adil. Proses rekrutmen yang baik sangat penting dalam membangun fondasi yang kukuh bagi institusi untuk menghasilkan lulusan terbaik.
“Jadi, merekrut orang-orang yang salah itu sudah membuat fondasi gagalnya 60% organisasi, lalu melalui rekrutmen yang benar itu juga akan menyumbang 60% keberhasilan misi organisasi berdasarkan kajian,” jelasnya.
Para praja yang lulus telah melalui seleksi yang cukup panjang, dari tes kesehatan jasmani, psikologi, akademik, dan lain-lain. IPDN juga melibatkan pihak eksternal, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman untuk mengawal proses rekrutmen.
“Saya berharap yang terpilih ini betul- betul orang yang baik, betul-betul mereka ialah the best among the best bukan the best among the worst. Yang terbaik dari yang terbaik, bukan yang terbaik dari yang terburuk,” imbuhnya.
Tito berharap seluruh praja menggunakan kesempatan belajar di IPDN sebagai wadah untuk membuka wawasan. (Sru/Medcom/P-5)
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebanyak 1.138 praja IPDN diberangkatkan ke lokasi terdampak bencana di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, guna mempercepat aktivasi layanan publik pemerintah daerah setempat yang terhambat.
Dalam kuliah umumnya Prof Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
Konferensi ini diikuti 131 akademisi, peneliti, dan praktisi dari 32 negara, terdiri atas 89 peserta yang hadir secara langsung dan 42 peserta yang bergabung secara daring.
Selain larangan tindakan kekerasan, Wamendagri Akhmad Wiyagus juga menekankan terkait semangat kebersamaan, gotong royong dan toleransi bagi para praja pratama IPDN,
Mendagri Tito Karnavian menyebut eksistensi IPDN menjadi sangat penting karena merupakan pusat untuk melahirkan para pemikir di bidang ilmu pemerintahan.
Dinas terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh seluruh warga hingga tingkat kelurahan.
Tidak ada zona tertentu yang bisa dikategorikan rawan secara absolut karena potensi kekerasan dapat terjadi di mana saja.
Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Rukun dengan Teman yang merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto
Direktur Senior Amnesty International untuk Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye, Erika Guevara-Rosas mengecam keras pola penindakan yang dinilai sistemik tersebut.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved