Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Titi Anggraini Serahkan Tongkat Estafet Perludem ke Khoirunnisa

Cahya Mulyana
23/8/2020 13:30
Titi Anggraini Serahkan Tongkat Estafet Perludem ke Khoirunnisa
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini(MI)

PERKUMPULAN untuk Pemilu dan Demokrasi atau yang lebih dikenal dengan Perludem melakukan pergantian kepengurusan dan posisi direktur eksekutif dari Titi Anggraini ke Khoirunnisa Nur Agustyati. Estafet kepemimpinan ini merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai demokrasi di internal lembaga yang memiliki fokus perhatian pada isu pemilu dan demokratisasi.

Perludem didirikan pada Maret 2005 oleh para mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) 2004. Adapun citra diri perludem adalah organisasi nirlaba mandiri yang menjalankan riset, advokasi, pemantauan, pendidikan, dan pelatihan di bidang kepemiluan dan demokrasi untuk pembuat kebijakan, penyelenggara, peserta, dan pemilih yang sumber dananya berasal dari penggalangan serta bantuan lain yang tidak mengikat.

Adapun visi utama dari Perludem adalah terwujudnya negara demokrasi dan terselenggarakannya pemilu yang mampu menampu kebebasan rakyat dan menjaga kedaulatan rakyat.

Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Perludem dalam rangka mencapai visi tersebut di bawah kepemimpinan Titi Anggraini, Juli 2010-Agustus 2020. Sejak 2006 hingga 2020, Perludem sudah mempublikasikan sekurangnya 38 buku berdasarkan hasil penelitian. Buku-buku tersebut tersebar dalam berbagai isu dengan empat kategori fokus kajian yakni pertama aktor pemilu yang terdiri dari penyelenggara pemilu, pemilih, partai politik, calon dan pasangan calon.

Kedua, sistem pemilu dengan tujuh variabel utama yakni besaran alokasi kursi per-daerah pemilihan, waktu penyelenggaraan pemilu, threshold atau ambang batas, electoral formula atau formula penghitungan suara, metode pencalonan, metode pemberian suara, dan metode penetapan calon terpilih.

Ketiga, penyelenggaraan pemilu mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu mulai dari pendaftaran pemilih sampai dengan pelantikan calon terpilih. Keempat, penegakan hukum pemilu mulai dari hukum pidana pemilu, administrasi pemilu, sampai pada perselisihan hasil pemilu.

Selain memperkaya studi-studi kepemiluan di Indonesia, publikasi buku di empat fokus kajian tersebut diharapkan mampu dijadikan rujukan atau referensi bagi berbagai pihak, khususnya pemangku kebijakan, untuk semakin meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia. Advokasi kebijakan merupakan fokus utama Perludem.

Selain terlibat dalam berbagai aktivitas kepemiluan di Indonesia, di bawah kepemimpinan Titi Anggraini, Perludem terlibat aktif dalam berbagai forum internasional. Di Asia, Perludem tergabung dalam Asia Network for Free Election (ANFREL) yang secara rutin ikut berpartisipasi dalam misi pemantauan pemilu internasional di level regional.

Kiprah globalnya, pada 2016 di Paris, Perancis, Perludem meraih peringkat kedua (Silver Award) Open Government Partnership (OGP) Award untuk program Aplication Program Interface (API) Pemilu yang dinilai sukses meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pemilu melalui transparansi data pemilu dengan menggunakan medium teknologi.

Tak hanya Perludem sebagai organisasi, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini secara personal juga mendapatkan beberapa penghargaan yang salah satunya pada tahun 2017 ditunjuk sebagai Duta Demokrasi (Democracy Ambassador) internasional oleh International IDEA.

Baca juga: Perludem Usulkan Parpol Ikut Awasi Coklit Data Pemilih

Berbagai peran dan capaian yang dilakukan Perludem tersebut tentunya menjadi motivasi bagi Khoirunnisa Nur Agustyati atau yang sering disapa Ninis selaku direktur eksekutif yang baru, untuk semakin meningkatkan peran strategis Perludem dalam memperkuat dan semakin mengonsolidasikan demokrasi di Indonesia melalui pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Bahkan di dalam negeri, Perludem berhasil meraih kategori organisasi masyarakat terbaik tahun 2019 di bidang Tata Kelola Pemerintahan dalam acara yang bertajuk “Penganugerahaan Ormas Tahun 2019-Untuk Indonesia Maju” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

"Saya akan langsung tancap gas untuk ikut berpartisipasi dan memantau penyelenggaran pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan di tengah pandemi covid-19," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/8).

Selain itu, ia berkomitmen untuk menjadikan Perludem sebagai organisasi masyarakat sipil yang transparan dan akuntabel, serta tetap produktif menghasilkan kajian dan publikasi-publikasi dalam bentuk buku dan jurnal mengenai pemilu dalam konteks Indonesia maupun secara komparatif dengan negara-negara lain.

Terakhir, ia berkomitmen juga untuk berperan aktif memberikan gagasan mengenai reformasi elektoral di Indonesia dalam pembahasan revisi undang-undang pemilu yang sudah mulai dibahas.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya