Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
LEMBAGA survei Indikator Poltik Indonesia menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki sikap kepemimpinan yang lebih baik dari sejumlah gubernur lainnya. Hal itu ditunjukan melalui survei pada Juli 2020.
"Di antara tiga tokoh ini tidak ada yang menonjol dan bahkan cenderung imbang. Selisih nilai yang mereka dapatkan di semua aspek kepemimpinan dalam penanganan covid-19 tidak sampai 3%," ujar Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi secara virtual, Kamis (20/8).
Ia menambahkan ketiga gubernur tersebut memiliki keunggulan di berbagai aspek. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai sebagai kepala daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan paling baik dalam aspek komunikasi ke warga dengan skor 73,4.
Baca juga: NasDem Resmi Dukung Empat Calon di Sulbar
Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan skor 73,2 dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi ketiga dengan skor 72,1.
Ridwan Kamil juga dinilai memiliki kepemimpinan yang baik dalam aspek koordinasi kerja selama pandemi dengan skor 72,4, disusul Ganjar dengan skor 71,9, dan Anies dengan skor 71,6.
Sementara dalam aspek kepekaan terhadap krisis atau sense of krisis, Anies berada di posisi pertama dengan skor 72,9, disusul Ridwan Kamil 72,1, dan Ganjar Pranowo dengan skor 72,0.
"Meskipun tidak menempati posisi utama, Ganjar Pranowo memiliki nilai yang mendekati Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," jelasnya.
Ketiga gubernur itu mengungguli yang lain seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Gubernur Sumatra Utama Edy Rahmayadi.
Survei itu digelar pada di 20 kota yang dapat merepresentasikan topik yang diangkat, terkait efek kempimpinan dan kelembagaan dalam penanganan covid-19. Terdapat 304 responden yang dilibatkan. Mereka berasal dari akademisi, redaktur politik dan redaktur kesehatan media massa, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial, politik, tokoh organisasi, organisasi keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi profesi.
Pemilihan responden tidak dilakukan secara random. Melainkan secara purposif. Sebabnya, hasil survei menceriminkan penilaian responden bukan seluruh populasi di Indonesia.
Namun, hasil survei cukup menyuarakan penilaian pemuka opini pada umumnya. Mengingat jumlah responden dalam survei cukup banyak, terdiri dari pemuka opini yang sering menjadi rujukan. (OL-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved