Kamis 13 Februari 2020, 18:24 WIB

Ketegasan Presiden Untuk Kasus Gereja Karimun Tuai Apresiasi

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Ketegasan Presiden Untuk Kasus Gereja Karimun Tuai Apresiasi

Paroki Santo Joseph
Gereja Santo Joseph

 

SIKAP tegas Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian atas polemik renovasi Gereja Katolik Paroki St. Joseph Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.

Apresiasi salah satunya datang dari Ormas Katolik Vox Point Indonesia yang menilai sikap Presiden mencerminkan pelaksanaan amanat Pasal 29 UUD 1945 terkait negara yang menjamin kemerdekaan setiap warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut kepercayaannya.

"Kita tentu memberi apresiasi atas sikap Presiden. Sekarang tinggal bagaimana arahan tersebut diterjemahkan baik oleh Kapolri, kepala daerah, para Menteri terkait untuk realisasi di lapangannya. Itu yang sekarang kita tunggu," kata Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisejat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/2).

 

Baca juga: Presiden: Tindak Tegas Pelaku Intoleransi Gereja Karimun

 

Menurut dia, penolakan atas pembangunan Gereja tersebut memang tidak pada tempatnya pasalnya Gereja yang sudah berdiri sejak 1928 tersebut sudah mengantongi IMB. Bahkan, sambungnya, sejumlah syarat yang diajukan oleh masyarakat sekitar Gereja seperti soal tinggi bangunan sudah dipenuhi oleh pihak Gereja. "Mengapa kami agak serius mengawal kasus ini, benar kata Presiden agar tidak menjadi preseden bagi daerah lain. Jika ini bisa kita atasi maka tentu menjadi sinyal bagi siapa pun pihak bahwa Presiden tidak memberikan sedikitpun ruang bagi aksi-aksi intoleran di tanah air kita ini," tegas Handoyo.

Bagi Handoyo, kunci segala bentuk aksi intoleransi yang terjadi selama ini di Indonesia adalah karena ketidaktegasan pemerintah. "Pemerintah karena dianggap lemah, cenderung berkompromi maka timbullah gerekan-gerakan intoleran ini. Beda kondisinya jika pemerintah sejak awal tegas bersikap maka aksi-aksi intoleran pasti tidak terjadi. Maka semoga saja sikap Presiden kali ini benar-benar terelisasi sehingga hak beribadah bagi umat Katolik di Karimun bisa terpenuhi," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/HO

Sahabat Ganjar DKI Jakarta Gelar Deklarasi Bersama 

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 27 Mei 2022, 07:08 WIB
Ketua DPW Jakarta Imron Rosyidi menyebut masyarakat setempat sangat antusias dan ingin berjuang bersama-sama untuk memenangkan Ganjar...
Dok MI

Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:42 WIB
"UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
MI/Bayu Anggoro

Selesaikan Polemik Penjabat Kepala Daerah dengan Penguatan Birokrasi Sipil

👤Golda Eksa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:54 WIB
Mengintegrasikan politik kepemiluan agar dapat segera serentak melaksanakan hajat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya