Jumat 07 Februari 2020, 23:25 WIB

Indonesia Butuh Figur Sipil Benahi Intelijen

Widhoroso | Politik dan Hukum
Indonesia Butuh Figur Sipil Benahi Intelijen

youtube
Suhendra Hadikuntono, figur sipil yang dinilai layak untuk memimpin Badan Intelejen Negara (BIN).

 

SEBAGAI lembaga negara yang sangat strategis, Badan Intelejen Negara (BIN) memerlukan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Kinerja lembaga telik sandi tersebut ke depan harus lebih ditingkatkan untuk mendukung kepentingan negara.

"BIN adalah lembaga negara strategis yang sampai saat ini belum disentuh Presiden Joko Widodo pada periode kedua ini. BIN perlu sosok yang punya kapabilitas yang mumpuni, rekam jejak yang bersih dan teruji nasionalismenya," ujar Rusdi Ali Hanafia, Ketua Umum Seknas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Indonesia Maju, Jumat (7/2).

Melihat pentingnya BIN dipimpin sosok yang mempunyai kapasitas mumpuni, Seknas Indonesia Maju awal pekan ini mengadakan polling (jajak pendapat) untuk mengetahuui masyarakat tentang figur seperti apa yang dianggap layak untuk memimpin BIN. "Apa yang kami lakukan ini sebenarnya bisa menjadi bahan masukan dan referensi bagi Presiden Jokowi untuk menentukan figur terbaik yang akan ditunjuk sebagai Kepala BIN," jelas Rusdi.

Dari beberapa nama yang masuk dan diseleksi tim yang ditunjuk Seknas Indonesia Maju, kata Rusdi, akhirnya mengerucut pada tiga nama yaitu Suhendra Hadikuntono yang merupakan pengamat intelijen senior, Budi Gunawan, jenderal polisi yang memimpin BIN sejak 2016, dan Sufmi Dasco Ahmad, politisi Partai Gerindra.

"Dari hasil polling yang dilakukan sejak awal pekan ini, sudah mengarah pilihan masyarakat luas adalah figur sipil non-partai yaitu Suhendra Hadikuntono yang secara signifikan dipilih lebih dari 76,5% responden. Disusul Sufmi Dasco Ahmad sekitar 13,5% dan terakhir Budi Gunawan sekitar 9,9%," jelas Rusdi.

Hasil tersebut, lanjut Rusdi, menggambarkan tren keinginan masyarakat agar figur sipil dan non-partai politik dipilih Presiden untuk memimpin BIN. Keinginan masyarakat tentang sosok Kepala BIN dari sipil dan bukan kader atau titipan dari partai mana pun, menurut Rusdi, adalah pesan kuat yang disampaikan oleh rakyat Indonesia kepada Presiden Jokowi agar ke depan lembaga intelijen negara bebas dari kepentingan partai atau kelompok tertentu. (RO/R-1)

Baca Juga

Dok MI/ROMMY PUJIANTO

Amnesty Internasional Minta Tim Gabungan Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:33 WIB
Usman menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan yang terjadi harus diinvestigasi, karena telah melanggar Kode Etik...
ANTARA

Polri Sebut Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk pada Rabu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:18 WIB
Kapolri menyebutkan pelimpahan dilakukan pekan depan dengan waktu pelimpahan antara hari Senin (3/10) atau Rabu (5/10) di Bareskrim...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Polri akan Dalami Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 21:23 WIB
Petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya