Senin 03 Februari 2020, 23:11 WIB

Nurhadi Terancam Dipanggil Paksa KPK

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Nurhadi Terancam Dipanggil Paksa KPK

MI/ Bary Fathahilah
Nurhadi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan peringatan terakhir kepada mantan Sekretaris MA Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto agar memenuhi panggilan penyidik.


Ketiga tersangka kasus suap perdagangan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA) itu sudah dipanggil KPK sebanyak dua kali, tetapi hingga kini belum menunjukkan batang hidungnya.

"Ya sesuai hukum acara, hukum acara tentunya kita bisa melihat di Pasal 112 Ayat (2) KUHAP. Ya di sana memang ada (pemanggilan paksa)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (3/2).

Pemanggilan paksa akan berlaku kepada Nurhadi dan Rezky yang mangkir dua kali pemanggilan tanpa surat pemberitahuan sementara Hiendra sempat memberikan surat pemberitahuan meminta penjadwalan ulang.

"Waktunya nanti akan kami sampaikan kapan yang bersangkutan bisa menghadiri panggilan dari penyidik yang sebelumnya sudah dilayangkan di alamatnya masing-masing. Tindakan dan strategi apa yang akan dilakukan tentunya nanti bisa mengikutinya," jelasnya.

Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Rivan Awal

Biden Jadi Presiden AS, Ini Harapan Puan

👤Sri Utami 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:30 WIB
Ketua DPR RI berharap Joe Biden membawa dampak positif bagi penanganan pandemi covid-19 dan menjaga stabilitas perdamaian...
Antara/Galih Pradipta

Listyo Usung Program Presisi, Kompolnas: Harus Tepat Sasaran

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 22 Januari 2021, 04:35 WIB
Kompolnas akan mengawal dan mengawasi kinerja program presisi yang diusung Listyo Sigit, setelah resmi diangkat sebagai...
Antara/M Risyal Hidayat

Kemendagri Targetkan Perekaman 5,7 Juta KTP-E

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 22 Januari 2021, 01:40 WIB
Sejauh ini, sudah 194,64 juta orang atau 99,11% dari total populasi yang tercatat memiliki kartu identitas. Kemendagri bersama BPS...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya