Rabu 18 Desember 2019, 09:30 WIB

Jalani Takdir Usai Berantas Rasuah

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Jalani Takdir Usai Berantas Rasuah

MI/Susanto
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kiri), Laode M. Syarief (kanan), Saut Situmorang (kedua kanan).

 

EMPAT pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2016-2019, yaitu Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Laode M Syarif, dan Basaria Panjaitan, akan mengakhiri masa tugas dalam hitungan hari sebelum pelantikan komisioner periode 2019-2023 digelar pada Jumat (20/12).

Mereka pun mulai berkemas dan mempersiapkan diri melepas jabatan. Lima komisioner KPK jilid IV, Selasa (17/12), mengadakan jumpa pers bersama mengenai kinerja komisi selama empat tahun terakhir. Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan jumpa pers bersama itu bisa jadi yang terakhir untuk pimpinan saat ini.

Agus mengatakan secara pribadi ia belum memutuskan akan berlabuh ke mana setelah tak lagi mempimpin KPK. Yang jelas, ia bersama komisioner lain yang akan pensiun--kecuali Alexander Marwata yang terpilih kembali--masih tetap akan bersetia di jalur pemberantasan korupsi.

"Saya kalau mau ngelamar ke sana kemari rasa-rasanya ndak elok juga ya karena berilah kesempatan untuk yang muda-muda. Jadi, kami menjalani takdir sajalah karena nanti takdir yang menentukan ke arah mana," ucap Agus.

Laode M Syarif mengaku akan kembali melakoni profesi lamanya sebagai pengajar di kampus. Ia mengaku cukup rindu kembali ke kampus setelah empat tahun meninggalkan profesi dosen. Sebelumnya, Laode aktif mengajar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

"Saya akan hidup seperti dulu, mengajar dan membikin program antikorupsi. Bantu-bantu jaksa, Mahkamah Agung, dan lainnya," tutur Laode.

Saut Situmorang berencana membuat sebuah lembaga atau organisasi baru yang fokus pada kajian antikorupsi. Dia mengaku tertarik membentuk organisasi yang fokus pada isu pembangunan integritas SDM.

"Ada banyak saran ke saya. Jadi, mungkin saya akan membantu orang-orang membangun integritas. Misalnya membikin kejaksaan dan kepolisian menjadi lebih baik. Namanya mungkin SS Initiative, bisa saja," cetusnya. Namun, hal yang paling pertama akan dilakukannya ialah pulang ke rumah dan berlibur. "Nanti jalan-jalan ke Eropa," selorohnya.

Lain lagi dengan Basaria Panjaitan. Ia berencana fokus membantu Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi. Basaria ingin mendorong keterlibatan purnawirawan polisi perempuan bisa kian banyak dalam gerakan yang dicanangkan berbagai elemen masyarakat lima tahun lalu itu. "Saya ingin gerakan ini ditularkan. Mudah-mudahan purnawirawan polisi bisa menambah kegiatan melalui gerakan ini agar nilai antikorupsi terus ditanamkan di masyarakat luas."

Sayonara komisioner KPK. (Dhika Kusuma Winata/X-6)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

PPP Nilai Pemerintah Langgar Konstitusi

👤 Sri Utami 🕔Senin 08 Maret 2021, 09:54 WIB
Arsul Sani, menyatakan jika frasa agama nantinya dihilangkan dari PJPN maka bisa diartikan  pemerintah melanggar konstitusi yakni UUD...
MI/Susanto

Tahanan Dapat Vaksin, Jaksa Agung: Mereka Punya Hak Hidup

👤Tri Subarkah 🕔Senin 08 Maret 2021, 09:11 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebut vaksin juga menyasar para tahanan yang mendekam di rumah tahanan Kejagung karena mereka juga...
Ist/DPR

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi Jadi Rapor Merah Pemerintah

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 08:25 WIB
Kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, menjadi berita buruk dan rapor merah sekaligus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya