Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR Jazilul Fawaid mempertanyakan alasan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mempublikasi rekening kasino diduga milik kepala daerah di Indonesia. Publikasi dinilainya malah membikin gaduh.
"Ini jadi semacam membuat kegaduhan, menurut saya. Kalau selama ini tidak ada titik terang yang jelas, terus diumumkan," kata Jazilul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (17/12).
Jazilul menilai PPATK seharusnya bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Ia mengingatkan, tugas PPATK yakni sebatas mengawasi transaksi mencurigakan.
PPATK bisa memproses temuan transaksi mencurigakan dengan menggandeng pihak lain.
"Dalam strategi penegakan hukum, yang tepat sasaran, apa benar kalau dipublikasikan itu tepat sasaran?" ujarnya.
Baca juga: PPATK Serahkan Temuan Rekening Kasino ke KPK dan Polisi
Menurut Jazilul, sebaiknya PPATK memanggil pihak dimaksud dan meminta penjelasan. Kalau memang tidak punya kewenangan, PPATK bisa melaporkan kepada penegak hukum.
"Dari pada dipublikasikan membuat kegaduhan dan kecurigaan satu sama lain. Kan akan lebih bijaksana kalau seperti itu," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menyampaikan beberapa hal tentang refleksi PPATK selama periode 2019. PPATK menemukan dugaan TPPU kepala daerah menyimpan uang mereka di luar negeri di sebuah rekening kasino.
"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," kata Kiagus (OL-2)
Dalam periode 2023-2025, total nilai nominal transaksi yang diduga terkait PETI mencapai Rp185,03 triliun, dengan total perputaran dana sebesar Rp992 triliun.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap praktik penghindaran pajak berskala besar di sektor perdagangan tekstil.
PPATK menyampaikan 994 Hasil Analisis, 17 Hasil Pemeriksaan, serta 529 Informasi kepada penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
Perputaran dana judi online (judol) di Indonesia menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025.
PPATK mencatat deposit pemain judi online sepanjang 2025 turun sekitar 30 persen dibanding 2024, meski terjadi pergeseran transaksi ke QRIS dan kripto.
PPATK mencatat deposit pemain judi online sepanjang 2025 turun sekitar 30 persen dibanding 2024, meski terjadi pergeseran transaksi ke QRIS dan kripto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved