Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menegaskan selain memerangi radikalisme agama, kekuatan bangsa ini juga harus mewaspadai serta menangkal radikalisme pasar yang daya rusaknya jauh lebih besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kita memerangi radikalisme agama itu tentu, karena itu juga real mengancam kita tetapi jangan lupa juga ada radikalisme pasar yang daya rusaknya luar biasa dan tentu saja tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila," kata Hariyono saat berdialog dalam acara sosialisasi pancasila dengan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forum Pembaruan Kebangsaan Kabupaten di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (30/11) malam.
Ia menjelaskan radikalisme agama relatif mudah diatasi karena proses deteksinya jauh lebih mudah, berbeda halnya dengan radikalisme pasar.
"Kalau radikalisme pasar itu yang hanya menjadikan negara atau masyarakat kita sebagai konsumen. Itu kita anggap tidak nyata kan, karena kita nikmati semua dan juga sulit kita kendalikan," ungkapnya.
Menurut Hariyono, mudahnya asing masuk bahkan menguasai pasar dalam negeri, maka potensi negara kehilangan nilai-nilai dasar yang berdasarkan pancasila menjadi sangat besar.
"Yang pasti benturannya adalah keadilan sosial. Karena ketika terjadi kesenjangan sosial yang tinggi timbul kecemburuan sosial, dan kecemburuan sosial bisa menimbulkan keterbelahan sosial, ini bisa menimbulkan revolusi sosial. Nah ini sama-sama mengancam baik yang miskin maupun kaya," tuturnya.
Baca juga: Ikatan Sarjana NU Dukung Pemerintah Perangi Radikalisme
BPIP mengingatkan para pemilik modal bahwa Indonesia harus jaga bersama agar kekal dan abadi melalui kerja-kerja pasar yang berlandaskan pancasila.
"Di situ relevansi kita perlu mengantisipasi ancaman radikalisme pasar itu," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas 17 Agustus Banyuwangi Syahru Ramdloni menegaskan pentingnya perguruan tinggi memasukkan perspektif kebangsaan dalam mata kuliah yang diajarkan.
"Di kami misalnya ada pendidikan kewarganegaraan dan pancasila dalam pengajaran. Nah lewat pengajaran dua mata kuliah inilah kita bisa memerangi yang selama ini kita sebut intoleransi atau radikalisme," jelas dia.
Dunia perguruan tinggi yang selama ini menjadi sasaran gerakan kelompok-kelompok intoleran harus mampu membentengi diri dengan berbagai upaya.
"Tentu saja pendekatannya pendidikan dan itu harus dilakukan secara persuasif bukan represif sambil kita membentengi mahasiswa kita dengan narasi kebangsaan yang juga perlu disampaikan sesuai dengan konteks yang mereka hadapi," tukasnya.(OL-5)
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved