Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU), Anggia Ermarini, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terpilihnya tujuh kader Fatayat NU sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.
"Terpilihnya para kader Fatayat NU dari berbagai daerah sebagai wakil rakyat tentu sangat membanggakan. Ini menunjukkan kontribusi kader Fatayat diakui masyarakat. Secara organisasi dan kelembagaan, ini menjadi bukti riil kerja-kerja sosial-kemasyarakatan Fatayat NU memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdliyin khususnya, dan masyarakat secara umum," ujar Anggia di Kantor PP Fatayat NU, Senin(30/9).
Para kader Fatayat yang terpilih adalah Anggia Ermarini (Ketum PP Fatayat NU), Siti Mukarromah, Eem Marhamah, Nihayatul Wafiroh, Ela, Arzetti Bilbina, dan Nur Nadlifah. Ke semuanya berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa.
"Ini belum menghitung kader yang terpilih di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dan dari berbagai partai, yang pasti jauh lebih banyak lagi," ujarnya.
Selanjutnya, Anggia menekankan agar ke depan kerja-kerja politik, legislasi, dan representasi para kader Fatayat di parlemen dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih bermanfaat.
Baca juga: Polri: Dosen IPB Ditangkap di Dekat Rumah Laksda (Purn) SS
"Aspirasi konstituen di daerah masing-masing tentu beragam. Seyogianya aspirasi dan harapan-harapan yang ada benar-benar dapat diemban secara baik, optimal, dan maslahah. Mohon doa segenap masyarakat agar Fatayat NU serta para kader terpilih di berbagai tingkatan, mampu membawa kemajuan bangsa Indonesia dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat," ujar Anggia.
Fatayat NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang berdiri sejak 24 April 1950, atau 69 tahun lalu. Fatayat didirikan untuk merespons sejumlah problem kemasyarakatan seperti isu kesehatan, gizi buruk, stunting, mendorong pemajuan harkat perempuan, mengawal demokrasi dan nasionalisme, serta isu-isu kebangsaan lain seperti radikalisme, terorisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa.
"Selamat dan sukses untuk para kader terpilih. Mari kita bersama-sama berjuang lagi melalui wadah parlemen, tentu dengan tidak melupakan kerja-kerja sosial di Fatayat, sebagaimana telah digariskan Nahdlatul Ulama. Menjadi anggota Dewan adalah langkah strategis dalam mengemban khidmat Fatayat NU," kata Anggia. (RO/OL-1)
Pemprov DKI tegas melarang sweeping rumah makan oleh ormas selama Ramadhan. Gubernur Pramono Anung ingin Jakarta tetap damai dan harmonis.
Meski telah memiliki kekuatan hukum tetap, pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan tersebut hingga kini masih terganjal kendala pengamanan di lapangan.
ANGGOTA Kelompok Keahlian Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB menegaskan pengelolaan pertambangan oleh ormas keagamaan harus diawasi ketat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Kemendagri menegaskan langkah penegakan hukum oleh Polda Riau terhadap ketua ormas di Riau telah dilakukan secara terukur dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Daerah Riau dalam menegakkan hukum terhadap ormas yang melakukan pemerasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved