Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PAN Siap Duduk Bersama Bahas Pimpinan MPR

Putra Ananda
21/8/2019 18:18
PAN Siap Duduk Bersama Bahas Pimpinan MPR
Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PAN, Yandri Susanto.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

POLITIKUS Partai Amanan Nasional (PAN), Yandri Susanto, mengatakan partainya siap untuk melakukan pembahasan lebih serius mengenai penambahan 10 kursi pimpinan MPR. Menurutnya, penambahan jumlah pimpinan MPR merupakan usul yang baik untuk membangun kebersamaan meningkatkan kinerja MPR.

"Saya menyambut baik dan akan ikut nimbrung untuk membicarakan lebih serius. Artinya, perlu ada langkah-langkah berikutnya di UU MD3 atau tata tertib pimpinan MPR," ungkap Yandri saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (21/8).

Baca juga: Bermula dari Jasa Titipan Jadi Modus Penyelundupan

PAN menilai penambahan jumlah pimpinan MPR dapat meningkatkan kinerja MPR sebagai lembaga negara. Bertambahnya jumlah pimpinan MPR dapat lebih mengefektifkan rencana amendeman UU 1945. Hal ini terkait jumlah fraksi yang akan terlibat dalam pembahasan di MPR.

"Amendemen itu berbeda dengan membuat undang-undang atau tahapan RUU. Kalau misalkan 2 fraksi saja tidak setuju dengan amendemen, maka amendemen itu tidak akan terjadi. Oleh karena itu, faktor kebersamaan, kekompakan, musyawarah untuk mufakat itu harus dikedepankan," tutur Yandri.

Yandri menuturkan, setiap parpol yang ada di parlemen telah intens melakukan komunikasi politik membahas wacana penambahan kursi pimpinan MPR. Para ketua umum dan sekjen sudah melakukan komunikasi yang intensif. Begitupun dengan para anggota fraksi perpanjangan tangan parpol di parlemen.

"Desas-desus yang hari ini di publik ataupun bisik-bisik yang pimpinan MPR perlu diambil dari semua fraksi ditambah DPD. Kami optimistis itu bisa terlaksana," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai membengkaknya dana yang dibutuhkan untuk operasional 10 pimpinan MPR, Yandri menyebut, memang itu konsekwensi yang harus dihadapi jika ingin meningkatkan kinerja lembaga negara. Yandri menilai saat ini MPR memiliki fungsi yang kecil seperti hanya melakukan sosialisasi 4 pilar, menghadiri acara seremonial tanpa menghasilkan produk yang bisa lebih tajam untuk negara.

"Memang ada konsekuensi masalah dana dan anggaran karena memang kalau pimpinan itu ada standar yang harus dipenuhi. Tapi sekali lagi, kalau mau memaksimalkan fungsi MPR lebih efektif jika memang dana yang besar itu ditambah sedikit tapi terlihat manfaatnya," tuturnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya