Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menhan: Yang Tertawa Seniornya, Yang Diplonco Manyun

Rahmatul Fajri
19/7/2019 17:37
Menhan:  Yang Tertawa Seniornya, Yang Diplonco Manyun
SEORANG siswa baru di SMK Taruna Palembang, Delwyn Berli Julindro (14 tahun), tewas usai mengikuti masa orientasi sekolah pada 13 Juli 2019.(MI/Dwi Apriani)

TRADISI orientasi pengenalan kampus bagi mahasiswa baru ke depannya harus lebih menonjolkan aspek nasionalisme, patriotisme, dan bela negara. Proses orientasi saat ini yang cenderung menampilkan sisi perploncoan harus dialihkan kepada kesetiaan terhadap ideologi Pancasila.

Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ketika memberikan arahan terkait Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi mahasiswa baru kepada para Komandan Lembaga Pendidikan (Danlemdik) di lingkungan TNI dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan (Kakanwil Menhan).

Baca juga: Morgan Oey Tertantang Berakting di Film Mahasiswi Baru

"Plonco, nggak ada gunanya. Lucu-lucu saja, yang tertawa kan seniornya, yang diplonco itu manyun saja dia," kata Ryamizard, di Gedung Kemenhan, Jakarta, Jumat (19/7).

Maka dari itu, Ryamizard mengarahkan seluruh jajarannya untuk menggodok konsep, sistem, dan metode yang dekat dengan generasi muda. Sehingga, kata ia, pendidikan bela negara menjadi penting dan menarik, khususnya bagi mahasiswa.

Dalam paparannya, Ryamizard juga mengatakan cinta Tanah Air dan Pancasila juga semestinya sudah dipupuk dari sekolah dasar. Menurutnya, ketika sudah menjadi mahasiswa, nilai Pancasila sudah tertanam dengan baik.

"Jadi nanti masalah pancasila nomor satu, kenapa menjadi pemersatu. Kalau SD kelas satu hapalin dulu Pancasila, kalau SMA apalagi mahasiswa harus tahu pancasila. Nomor satu, kalau pemersatu pecah, bangsanya pecah, kalau pemersatu hilang bangsa ini sirna," ujar Ryamizard. (Faj/A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya