Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, menegaskan pihaknya akan tetap berada di luar koalisi pemerintah. Pernyataan itu me-respons banyaknya pertanyaan tentang arah politik Gerindra pascapertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo pekan lalu.
"Pimpinan kami juga sudah bilang bahwa kami di luar (pemerintah)," ujar Sodik di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Mengenai pernyataan Prabowo bahwa dia siap bekerja sama membantu Jokowi, Sodik mengatakan kerja sama itu harus diartikan dalam konteks yang lebih luas. Bukan sebatas koalisi.
"Bekerja sama dalam pengertian luas membangun bangsa. Jangan diartikan bekerja sama dalam artian sempit. Pokok posisi yang baik adalah bekerja sama demi bangsa, bukan bagi kabinet, bagi rezim," ujar Sodik.
Sodik mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai arah politik Gerindra. Ia mengatakan Gerindra yakin menjadi oposisi ialah yang terbaik dan juga peran yang mulia.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengkritik keras jika pertemuan antara Presiden terpilih Jokowi dan Prabowo sekadar bagi-bagi kekuasaan.
Amien mendukung kedua tokoh yang sempat menjadi kompetitor di Pilpres 2019 itu berangkulan, tetapi jangan sampai itu mengaburkan makna tiap-tiap partai politik dalam sistem demokrasi.
Menurut dia, dalam negara demokrasi, tidak baik kalau tidak ada oposisi karena bisa menjadi negara otoriter. "Kalau nanti ada sesuatu yang kurang baik, lalu tidak ada oposisi, maka demokrasi akan menjadi otoriter," ujar Amien.
Pengamat politik sekaligus CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, pun mendorong parpol pengusung Prabowo pada Pilpres 2019 menjadi oposisi bagi pemerintahan presiden terpilih. "Kalau semua partai politik masuk ke pemerintahan, demokrasi malah menjadi tidak sehat."
Sebelumnya, Jokowi menyambut baik jika ada yang ingin menjadi oposisi pemerintahannya pada periode 2019-2024.
"Menjadi oposisi itu sangat mulia. Silakan jadi oposisi asal jangan menimbulkan dendam dan kebencian," ujar Jokowi, Minggu (14/7) malam. (Pro/Ths/Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved