Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI wacana menteri muda yang akan direalisasikan oleh Presiden RI terpilih Joko Widodo. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa pengisian kursi menteri muda tersebut tidak terbatas untuk diisi oleh kader partai, melainkan terbuka pula untuk diisi dari unsur profesional.
"Tidak terbatas pada partai yang ada, malah ada non partai," ujar Arya yang ditemui di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).
Baca juga: NasDem Sepakat Jatah Menteri Proporsional Kursi Parlemen
Meskipun demikian, Arya mengaku, belum mengetahui lebih lanjut mengenai nama-nama yang akan mengisi kursi menteri tersebut. Ia pun tak menampik, bahwa ada beberapa partai politik (parpol) yang mengusulkan kader muda potensialnya untuk menjadi kandidat menteri muda di kabinet Jokowi Jilid II.
"Belum ada arahan dari Jokowi mengenai partai mana dapatkan itu, atau profesional mana.Tapi memang partai ada mendorong untuk masukan milenialnya," imbuh Arya.
Mengingat tantangan perkembangan zaman ke depan, Arya melihat pengisian menteri muda ke dalam kabinet kerja Jokowi lebih dari sekedar wacana. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kebutuhan. Sehingga program Jokowi diprediksi sudah tentu akan banyak berhubungan dengan kaum milenial.
Arya mengingatkan, bahwa penunjukkan menteri muda diharapkan tidak hanya akan berakhir menjadi sebuah simbol belaka. Bagaimanapun, tambah Arya, sosok tersebut harus memiliki kompetensi yang memang memadai, ditambah visi dan ideologi kebangsaan yang baik.
"Harus punya kemampuan manajerial teknis yang baik jadi kita yakin menteri muda bukan hanya simbol. Yang pasti Jokowi cari orang enerjik dan bisa eksekusi cepat," tukas Arya.
Baca juga: KPU Siapkan Saksi Setelah MK Keluarkan Putusan Sela
Arya kemudian memprediksi pos-pos kementerian mana saja yang cocok bila dipimipin oleh kalangan muda. Ia menyebut sebagian kementerian di antaranya, Kementerian Ekonomi, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian BUMN.
"Bisa banyak, ekonomi saja bisa milenial, ekonomi mampu gitu. UMKM bisa juga, malah UMKM kita kejarnya banyak milenial. Perdagangan juga bisa ada anak muda. Kita juga berharap BUMN ke depan orang-orang yang bisa dorong BUMN kita membesar," pungkas Arya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved