Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan calon presiden Prabowo Subianto, saat ini, sedang tidak berada di Indonesia ketika sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi sedang berlangsung.
"Prabowo sedang di luar negeri," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Kawendra Lukistian, di Media Center Prabowo-Sandi, di Jalan Sriwijaya I Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/6).
Namun, Lukistan tidak menyebutkan negara tujuan calon presiden nomor urut 02 itu.
Ia hanya menyebut, saat ini, Ketua Umum Partai Gerindra itu memiliki agenda internal di luar negeri.
Baca juga: Kuasa Hukum 02 Mengaku tidak Tahu Status Tahanan Kota Rahmadsyah
Meski demikian, ia juga tidak merinci kegiatan yang sedang dijalani Prabowo di luar negeri.
Sebelumnya, Prabowo Subianto juga sempat bepergian ke Brunei Darussalam setelah Pilpres 2019.
Saat ini, agenda sidang sengketa Pilpres berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengagendakan keterangan saksi dan ahli dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. (OL-2)
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
Presiden menekankan bahwa momen kemenangan ini harus menjadi momentum bagi seluruh rakyat untuk mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.
Airlangga mengatakan dalam pelaksanaannya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan berkaitan PLTD.
Oleh karena itu, Prabowo meyakini konsep pohon industri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi pemerintah perlu segera diberlakukan terhadap seluruh komoditas strategis.
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Prabowo juga menyatakan negara tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved