Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN umum presiden dan legislatif Indonesia tinggal menghitung hari. Warga Indonesia pun bersiap untuk memilih presiden dan wakil presiden selanjutnya, tidak terkecuali para WNI yang tinggal di luar negeri.
Untuk WNI yang tinggal di luar negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemungutan suara dilaksanakan bertahap dimulai 8 April hingga 14 April 2019. Pelaksanaan pemilu luar negeri ini juga dibantu Kementerian Luar Negeri RI lewat KBRI dan KJRI setempat.
Ada dua cara yang bisa dilakukan WNI di luar negeri ketika akan mencoblos, yaitu datang ke KBRI dan KJRI terdekat atau mengirimkan surat suara via pos.
Pengiriman surat suara yang telah dicoblos via pos menjadi pilihan sejumlah WNI yang tinggal jauh dari ibu kota suatu negara.
"Saya tinggal di Strasbroug. Cukup jauh dari KBRI Paris. Dengan jadwal kerja yang cukup sulit jika saya tinggal, jadi lebih mudah lewat pos," kata Syane Rhosinta, WNI yang berdomisili di Prancis, Selasa (9/4).
Baca juga: Sudah Jadi Terbanyak di Indonesia, Pemilih di Bogor Bertambah
Tinggal di Prancis sejak 2017, pemilu tahun ini merupakan kali pertama bagi Syane. Ia menilai mengirim surat suara melalui pos adalah mekanisme yang menghemat biaya.
"Semua biaya ditanggung KPU, termasuk amplop pos yang sudah dibayar berisi surat suara untuk dikirim balik. Lebih efisien dan efektif untuk pekerja atau pelajar yang sibuk dan tinggal jauh dari KBRI Paris," lanjutnya.
Namun, berbeda dengan Giovania Kartika, WNI yang sedang menimba ilmu di Universitas Lund, Swedia. Ia rela menempuh perjalanan dari Lund ke Stockholm untuk memilih presiden dan calon presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan.
"Mungkin lebih ke pengalaman juga. Saya bisa sekaligus bertemu dengan sesama WNI yang tinggal di Stockholm dan orang-orang KBRI Stockholm. Karena kebetulan Lund juga cukup jauh dan jarang main ke Stockholm," ujar Giovania.
Bagi Giovania, pemilu tahun ini juga merupakan pengalaman perdananya memilih di luar negeri. Maka, mencoblos langsung di KBRI menjadi pilihan meski cukup jauh dari tempat tinggal.
Menjadi WNI yang tinggal jauh dari Tanah Air, Syane dan Giovania berharap pemimpin Indonesia yang terpilih nanti dapat mengemban tugas dengan baik dan membuat Indonesia lebih maju, terutama dalam bersaing dengan negara-negara lain tanpa menghilangkan identitas nasional. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved