Jumat 05 April 2019, 10:35 WIB

Staf Pribadi Minta Uang untuk Imam Nahrawi

Staf Pribadi Minta Uang untuk Imam Nahrawi

MI/ROMMY PUJIANTO
Asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK

 

STAF pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut sempat beberapa kali meminta uang ke sejumlah pihak. Uang itu disebut untuk keperluan menteri. Hal itu diungkapkan oleh mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono, saat bersaksi untuk terdakwa mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy. Supriyono mengaku Miftahul menyuruhnya mencarikan uang.

"Kalau ada buka (puasa) bersama yang sifatnya sama menteri, ada tagihan disuruh bayar, ada makan di mana buka puasa pernah, beberapa kali," kata Supriyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Supriyono menyebut permintaan untuk memenuhi fasilitas kebutuhan pribadi menteri bukan tugasnya selaku bendahara. Namun, karena itu merupakan perintah atasan, ia tidak berani menolak. "Tidak, tetapi perintah pimpinan," ujarnya singkat.

Dalam persidangan, Supriyono juga mengaku pernah diminta oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana untuk membelikan mobil Toyota Fortuner. Supriyono lantas meminjam uang milik KONI untuk memenuhi permintaan Mulyana.

Dalam dakwan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy, Miftahul Ulum memiliki peran cukup besar dalam mempercepat pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Miftahul Ulum disebut sebagai orang yang mengatur besaran fee dari KONI untuk pejabat Kemenpora. Dia juga disebut berperan dalam proses percepatan pencairan dana terkait proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Miftahul Ulum berperan mengarahkan Ending Fuad untuk memerintahkan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat Suradi mencatat nama-nama pejabat Kemenpora yang akan mendapat dana komitmen fee.

KPK puna membenarkan hal itu. Menpora Imam Nahrawi tercatat sebagai salah satu penerima fee dalam daftar tersebut. "Ya, ada catatan keuangan sebenarnya. Catatan-catatan itu ada kode-kode dan nama pihak tertentu dan jumlah uang," kata juru bicara KPK Febri Diansyah (21/3). (Dro/Ths/P-1)

Baca Juga

dok.ist

Pengamat: Kritikan SBY Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 Asumsi Saja

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 19:05 WIB
DIREKTUR Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, kritik Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY soal dugaan...
Instagram @gerindra

Prabowo Sowan Ke 9 Kiai Sepuh NU Jateng, M Qodari: Game Changer di Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:57 WIB
“Ini memperlihatkan arah baru untuk segmentasi atau basis politik yang dituju. Kita tahu pada 2014 dan 2019 arahnya itu dengan...
Ist/DPR

Johan Budi: Gunakan UU TPPU dalam Pengungkapan Kasus Judi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:05 WIB
DPR mengusulkan UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dalam upaya penindakan kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya