Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Didukung Mayoritas Muslim

M Ilham Ramadhan Avisena
06/3/2019 08:10
Jokowi Didukung Mayoritas Muslim
()

DI tengah masifnya kampanye hitam oleh sebagian kalangan yang mencitrakan Joko Widodo anti-Islam, nyatanya hasil survei terakhir menunjukkan calon presiden petahana itu justru unggul di kalangan mayoritas pemilih muslim.

Demikian hasil sigi yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang disampaikan kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, memaparkan berdasarkan survei secara keseluruhan dari total 87,8% pemilih muslim ketika diminta mencoblos simulasi surat suara, sebanyak 55,7% memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan 33,6% memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Adapun dari pemilih minoritas (nonmuslim) sebanyak 12,2%, sebanyak 80,3% menjatuhkan pilihan kepada Jokowi-Amin dan hanya 11,6% responden yang mencoblos Prabowo-Sandi (lihat grafik).

"Muslim pemilih Jokowi-Amin, mayoritas terafiliasi dengan NU yang merupakan muslim moderat. Adapun muslim pemilih Prabowo-Sandi mayoritas terafiliasi dengan Persatuan Alumni (PA) 212 dan FPI yang cenderung konservatif. Muslim moderat artinya pemilih muslim yang menginginkan Indonesia tetap berasaskan Pancasila, bukan seperti Timur Tengah," kata Ardian memaparkan hasil survei pada kurun 18-25 Februari 2019 tersebut.

"Pemilih muslim yang mengaku berafiliasi dengan NU sebesar 49,5%, Muhammadiyah 4,3%, PA 212 0,7%, FPI 0,4%, ormas lain 1,3%, dan lainnya tidak tahu atau tidak jawab. Dari 1.200 responden, jumlah pemilih muslim mencapai 87,8% dan ma- yoritas menyatakan Indonesia harus khas Pancasila," lanjut Ardian.

Dalam menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto, menyambut baik survei LSI Denny JA yang menunjukkan kenaikan elektabilitas pasangan Jokowi-Amin.

"Kami optimistis bisa di atas 70%. Nanti yang mengubah ialah debat. Swing voters dan undecided voters itu setelah debat mengarah ke Jokowi. Di beberapa hasil survei, keunggulan Jokowi-Amin terhadap Prabowo-Sandi hampir selalu di atas 20%," kata Hasto, kemarin.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Safi'i, justru tidak sepemahaman dengan hasil survei tersebut.

"Apa tolok ukur seorang muslim dikategorikan moderat atau konservatif? Apa dari penampilannya atau bagaimana? Kami mempersilakan siapa saja yang bernaung di bawah ormas atau organisasi Islam menentukan pilihan. Organisasi Islam memang menjadi salah satu faktor memilih capres," tandas Safi'i.

Lebih jauh peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menunjukkan secara umum tren dukungan kepada capres-cawapres hingga akhir Februari masih didominasi pasangan Jokowi-Amin. Keunggulan itu berdasarkan dinamika elektabilitas kedua pasangan calon sejak Agustus 2018 hingga Februari 2019. Dari hasil survei itu, Jokowi-Amin meraih dukungan 58,7%, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 30,9%.

"Pemilih yang belum menentukan suara sebanyak 9,9%, sedangkan suara tidak sah hanya 0,5%. Ini ikhtiar kami memakai simulasi kertas suara. Memang hasilnya seperti ini," papar Ardian. (Mal/Faj/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya