Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemilu tidak Menggoyahkan Keutuhan

THOMAS HARMING SUWARTA
23/2/2019 08:50
Pemilu tidak Menggoyahkan Keutuhan
(ANTARA/Asep Fathulrahman)

GURU Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra optimistis Indonesia akan tetap utuh dan menjadi negara besar meski kini tengah mengalami hiruk-pikuk pemilihan umum. "Saya optimistis dalam melihat Indonesia, tetapi jangan melihat bahwa proses ini sudah selesai," katanya dalam dialog Memperkuat Nilai-Nilai Kebangsaan demi Kejayaan Indonesia, di Pontianak, Kalbar, kemarin.

Menurut dia, kondisi itu harus dijaga terus-menerus terlebih saat ada tantangan dari luar. "Kalau dibiarkan, ini dapat menciptakan suasana yang tidak baik, yang dapat mengancam keindonesiaan," katanya. Ia mencontohkan maraknya informasi hoaks atau berita bohong. "Ini harus diberantas karena dapat merusak nilai-nilai sebuah kepercayaan, trust capital," ujarnya. Bahkan, lanjutnya, dapat membuat longgar jejaring kebangsaan di Indonesia. Interaksi antarsuku di Indonesia, secara langsung ataupun tidak, ikut membentuk dan berproses menjadi Indonesia seutuhnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji meyakini Indonesia akan tetap utuh kalau ada percepatan pemerataan dalam kesejahteraan. "Kalbar lebih beruntung karena indeks gini atau ketimpangan antara yang kaya dan miskin lebih rendah dari nasional, yakni di kisaran 0,32," jelasnya.

Sementara untuk perbedaan, ia menegaskan bahwa hal itu sudah tercantum dalam kitab suci sehingga tidak perlu lagi diperdebatkan. Untuk itu, ia selaku gubernur terus mendorong agar terjadi pemerataan kesejahteraan di Kalbar. Misalnya, dengan pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa. "Jalan dalam kondisi mantap di Kalbar, yang punya provinsi, hanya 51%. Kalau yang dikelola kabupaten dan kota, di bawah itu, sedangkan jalan nasional 92% kondisinya mantap," paparnya.

Ia pun siap mendukung desa agar dapat berkembang menjadi desa maju dan mandiri dengan dukungan dari pemprov dan kabupaten/kota. Dialog Memperkuat Nilai-Nilai Kebangsaan demi Kejayaan Indonesia itu digelar oleh Forum Lintas Etnik Kalbar yang dimotori Prof Chairil Effendi dari Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar.

Tidak bubar

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengemukakan lewat kegiatan Jelajah Kebangsaan yang digelar dari Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur, pihaknya juga ingin menyatakan bahwa Indonesia tidak akan bubar pada 2030, tapi justru pada 2045 akan terwujud Indonesia emas.

Akan menjadi Indonesia emas kalau secara teknis pemerintahan berjalan dengan baik dan kekompakan masyarakat terjaga. "Contohnya, di Banyuwangi lebih dikenal masyarakat kita dan internasional. Inilah kabupaten yang sukses selama dua periode di bawah pemerintahan Bupati Azwar Anas dan menunjukkan hasil yang bagus," ungkap Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2012) itu dalam sambutannya pada kegiatan Jelajah Kebangsaan di halaman Stasiun Banyuwangi Baru, kemarin.

Oleh karena itu, Mahfud meminta masyarakat untuk terus optimistis karena Indonesia memiliki modal dasar kuat, antara lain memiliki 17.504 pulau dan 16.100 di antaranya dihuni oleh manusia dan sisanya dalam bentuk koordinat yang sudah terdaftar di PBB. Selain itu, imbuhnya, Indonesia juga memiliki 1.360 suku, 726 bahasa daerah, alam yang kaya raya, serta budaya masyarakat saling menolong, tidak individualistik. "Pada 2045, Indonesia akan menjadi Indonesia emas. Syaratnya hanya satu, yakni memupuk dan menjaga kebersatuan karena yang menjadi gangguan saat ini ialah masalah kebersatuan atau ikatan kebangsaan kita," ucapnya. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : PKL
Berita Lainnya