Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, mengakui elektabilitasnya masih berada di bawah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Namun, Sandi mengklaim perbedaan elektabilitas mereka hanya terpaut satu digit. Keyakinan itu ia dapat dari hasil survei internal pasangan calon nomor urut 2.
"Selisihnya di bawah 10%. Kita sudah di angka 40. Itu selisihnya antara 7%-9%. Adapun kubu sebelah di bawah angka lima (50)," kata Sandiaga di Jakarta Selatan, kemarin.
Terkait dengan beberapa lembaga survei seperti LSI Denny JA dan Populi Center yang memenangkan pasangan Jokowi-Amin, Sandiaga mengaku tidak resah.
"Ini mirip-mirip waktu (pilgub) DKI Jakarta. Semua (lembaga survei) di DKI juga begitu. Kita terima sebagai masukan saja," kata pria yang juga mantan Wagub DKI Jakarta itu.
Saat Pilgub DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno selalu dinyatakan kalah dari pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Namun, setelah perhitungan suara di KPU serta hasil hitung cepat saat pemilihan putaran kedua, pasangan Anies-Sandiaga malah menang.
"Kita sudah cross di angka 4 (40) kita akan perbarui terus survei internal kita. Ini terbukti strategi kita diterima masyarakat," kata alumnus SMA Pangudi Luhur (PL) tersebut.
Rencananya dua minggu lagi, Sandiaga akan membocorkan hasil dari survei internal pasangan calon nomor urut 2.
Sementara itu, calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengingatkan para relawan serta partai politik pengusung dan pendukung untuk memaksimalkan potensi perolehan suara pada Pemilihan Presiden 2019.
Ma'ruf mengatakan hal itu pada pertemuan dengan Forum Komunikasi Relawan Jokowi (FKRJ) Sumatra Barat, di Padang, kemarin.
Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu diterima Ketua FKRJ Hartind Asrin dan jajaran koordinator relawan.
Menurut Ma'ruf, pasangan Jokowi-Amin diusung dan didukung sembilan parpol. "Saat ini tambah satu partai pendukung lagi yakni PBB, sehingga menjadi 10," katanya.
Ma'ruf meminta, parpol, dan relawan memaksimal potensi untuk dikonversi menjadi suara. "Potensi besar, tapi kalau hasilnya kecil ini ada yang tidak beres, ada yang missed," tutur Ma'ruf.
Apalagi, kader-kader dari partai politik yang tergabung dalam koalisi pengusung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah menyeberang dan mengalihkan dukungan ke pasangan nomor urut 01.
(Put/Ins/YH/Ant/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved