Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Sidarto Danusubroto, menilai Presiden Jokowi sudah on the track dalam menjalankan roda pemerintahan. Tidak hanya itu, Jokowi tidak pernah melibatkan keluarga selama menakhodai Indonesia.
"Saya jarang menemukan orang begini sederhana pekerja keras jujur seperti dia. Saya sudah melalui banyak era. Dia (Jokowi) tidak melibatkan keluarganya dalam politik dan dalam bidang proyek sama sekali itu. Langka orang begitu," ungkap Sidarto saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, kemarin.
Sidarto mengaku mengagumi sosok Jokowi atas kinerja yang menurutnya sudah ada hasil untuk masyarakat.
"Saya kebetulan menyertai 7 presiden ya dari Bung Karno sampai sekarang, ya di luar Bung Karno yang saya kagumi apa yang dilakukan Jokowi ialah sangat baik untuk bangsa, kita butuh Jokowi pada saat ini," jelasnya.
Ia menambahkan, isu hoaks yang selama ini marak terjadi diharapkan tidak mengganggu jalannya pemilu. "Wah kita sebenarnya setiap hari menghadapi hoaks, haters yang ketakutan. Itu memang mungkin cara mereka, tapi saya tidak. Itu ajaran dari mana?" cetus dia.
Capaian Jokowi
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, membeberkan sederet pencapaian petahana setelah lebih dari 4 tahun memerintah.
Pertama, kata Erick, pemerintahan Jokowi berkomitmen untuk menangani masalah stunting, khususnya bagi balita. Tingkat stunting balita di pemerintahan Joko Widodo turun ke 30.8% di tahun 2018 dari 37.2% di tahun 2013.
Penurunan ini diharapkan akan berlangsung ke depan. Sebagai contoh, secara khusus, dalam APBN 2019, pemerintah juga telah mengalokasikan program khusus untuk percepatan penurunan stunting sebesar Rp29 triliun secara koordinatif di 18 kementerian dan lembaga.
"Itu untuk melakukan intervensi gizi bagi anak-anak balita melalui perbaikan asupan makanan, peningkatan akses pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta pendampingan kesehatan. Melalui berbagai upaya ini, diharapkan tingkat stunting balita menurun menjadi 22% di tahun 2022 (estimasi Bank Dunia)," jelasnya.
Dari sisi penurunan tingkat kemiskinan, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia terjadi penurunan kemiskinan mencapai single digit, yaitu sebesar 9,82% di tahun 2018. Diharapkan pada tahun 2019, tingkat kemiskinan akan menurun lebih lanjut antara 8,5% sampai 9,5%.
Selain itu, koefisien gini yang merupakan indikator dari pemerataan pembangunan, semakin membaik dalam pemerintahan Joko Widodo, yaitu dari 0,40 menjadi 0,38.
"Komitmen pemerintah ini secara jelas ditunjukkan dalam alokasi Program Perlindungan Sosial dalam APBN 2019 mencapai Rp387,3 triliun, naik hingga 32,8% jika dibanding tahun sebelumnya. Hal ini untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40% penduduk termiskin," jelasnya.
Sementara itu, politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun mengaku mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin demi kepentingan umum dan lebih baik ketimbang pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Pasangan nomor 01 (Jokowi-Amin) lebih baik dan memiliki jam terbang positif jika dibandingkan dengan pasangan 02. Meskipun jam terbang 02 disebut-sebut lebih lama, kita harus memandang jam terbang kedua pasangan calon tersebut dari positifnya," kata Jhoni kepada Media Indonesia, kemarin.
Demokrat merupakan partai pengusung paslon 02. (Mal/JH/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved