Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hoaks Pemilu Mendominasi, Capai 81 Konten

Zubaidah Hanum
06/2/2019 18:39
Hoaks Pemilu Mendominasi, Capai 81 Konten
(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika telah mengidentiifikasi sebanyak 175 konten hoaks (kabar bohong) yang menyebar di internet dan media sosial selama Januari 2019. Dalam sehari, ditemukan 4 sampai 6 konten hoaks dari beragam isu.

Demikian hasil pemantuan konten internet dan media sosial yang dilakukan oleh Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo.

"Jumlah konten hoaks terbanyak ditemukan pada tanggal 22 Januari 2019, yakni sebanyak 11 konten," ucap Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam rilisnya yang dikutip dari laman resminya, kemarin.

Menurut Ferdinandus, jumlah isu hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan Pemilihan Umum berjumlah sebanyak 81 konten. Salah satu yang berdampak mendapatkan perhatian publik adalah hoaks Temuan 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos di Tanjung Priok, Isu PKI, Ijazah, sampai berkaitan dengan Simbol Jari.

Sementara, untuk hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan peristiwa sebanyak 22 konten, antara lain hoaks yang berkaitan dengan Aksi Bunuh Diri di Sukorajo, Video Orang Yang Telah di Makamkan Selama 4 Hari Kembali Hidup, atau Pakai OVO Bayar Pendidikan Dapat Cashback 60%.

Adapun isu pemerintahan ditemukenali sebanyak 13 konten. Beberapa diantaranya hoaks mengenai Kemenag Memberi Lampu Hijau pada LGBT, Pengangkatan Honor K2 Jadi PNS, hingga Razia STNK dan Lowongan Kerja di rumah sakit.

Ferdinandus melanjutkan, pihaknya juga menemukan 9 konten hoaks bermuatan agama, misalnya yang berkaitan dengan Muslim Ughyur, Larangan Shalat Jumat di Perusahaan Cina, atau yang menarik perhatian publik berkaitan dengan ceramah Kyai Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat NU.

Adapun isu yang berkaitan dengan bencana, makanan dan tokoh ditemukenali masing-masing sebanyak 8 konten. Soal bencana misalnya berkaitan dengan angin kencang di Ancol, Potensi Gempa 8 SR, Banjir Katulampa sampai Gempa Susulan di Jawa Barat.

Hoaks yang berkaitan dengan makanan yang dapat diidentifikasi antara lain soal garam yang tidak boleh dimasak, lintah di kangkung, mie instan penyebab kanker sampai es krim yang mengandung lemak babi.

Tokoh yang dikaitkan dengan paling banyak dimunculkan dalam konten hoaks antara lain Presiden Joko Widodo, Ahok, dan Ustadz Arifin Ilham.

Mengenai keamanan dan teknologi masing-masing 4 konten. Selebihnya berkaitan dengan kecelakaan (3 konten) dan lingkungan (1 konten).

Yang berkaitan dengan teknologi misalnya mengenai keychain GPR, main HP sebabkan mata bengkak dan blokir SMS.

"Kementerian Kominfo mengimbau agar warganet dan pengguna media sosial atau aplikasi pesan instan tidak menyebarluaskan informasi hoaks dalam bentuk apapun. Jika ditemukan adanya indikasi informasi yang mengandung hoaks, warganet dapat melaporkanya melalui aduankonten.id atau akun @aduankonten," sahut Ferdinandus. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya