Selasa 29 Januari 2019, 21:04 WIB

KPK Dalami Penerimaan Lain Dana Hibah Kemenpora

KPK Dalami Penerimaan Lain Dana Hibah Kemenpora

MI/Rommy

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan lain oleh Mulyana (MUL) tersangka kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Untuk mendalaminya KPK pada hari ini memeriksa dua tersangka yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga Eko Triyanto (ET).

"Penyidik masih terus mendalami dugaan penerimaan lain tersangka MUL," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, hari ini.

Mulyana adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga yang merupakan pihak penerima dalam kasus suap tersebut.

Selain itu terhadap keduanya, penyidik juga mengklarifikasi beberapa informasi dan bukti elektronik.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, yakni diduga sebagai pemberi, Sekretaris Jenderal KONI?Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA).

Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan?serta Eko Triyanto (ET) staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Diduga Adhi Purnomo, Eko Triyanto dan kawan-kawan menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dari pejabat?KONI terkait hibah pemerintah kapada KONI melalui Kemenpora.

Mulyana diduga menerima uang dalam ATM dengan saldo sekitar Rp100 juta terkait penyaluran?bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Sebelumnya Mulyana telah menerima pemberian lainnya, yaitu pada April 2018 menerima satu unit mobil Toyota Fortuner, pada Juni 2018 menerima Rp300 juta dari Jhonny E Awuy, dan pada September 2018 menerima satu unit smartphone merk Samsung Galaxy Note 9.

Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp17,9 miliar. Pada tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.

Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai "akal-akalan" dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya.

Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI?untuk mengalokasikan "fee" sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sebesar Rp3,4 miliar. (OL-4)

Baca Juga

MI/Emir Chairullah

Di Depan Wapres, Pimpinan dan Tokoh Adat Tuntut Pemekaran Papua Barat Tengah

👤Emir Chairullah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:36 WIB
AUDIENSI antara Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan sejumlah pimpinan daerah dan adat di wilayah Provinsi Papua Barat diwarnai ajang...
dok.ist

Emil Dardak Sebut Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo Bikin Politik jadi Asyik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:22 WIB
SOSOK Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dinilai sebagai pemimpin yang mampu mendobrak paradigma dunia politik yang selama ini terlalu...
MI/Susanto

Survei Indikator: Ganjar dan Anies teratas dalam Elektabilitas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:21 WIB
Selain kedua nama tersebut, terdapat juga nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang masuk dalam 3 besar tokoh capres 2024...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya