Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN: Publik Jangan Mau Dikelabui Survei Puskaptis

Akmal Fauzi
29/1/2019 17:41
TKN: Publik Jangan Mau Dikelabui Survei Puskaptis
(MI/ROMMY PUJIANTO)

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menanggapi hasil survei Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) terkait elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden. Menurut Karding hasil survei Puskaptis serupa dengan karakter politik kubu Prabowo-Sandiaga yang kerap menebar hoaks dan sandiwara.

Karding mengatakan, hasil survei Puskaptis tak perlu ditanggapi serius karena secara empiris dan epistemologis sudah cacat dan penuh cela.

“Ini karena ulah mereka sendiri yang selalu keliru dalam survei bahkan hitung cepat,” kata Karding dalam keterangan tertulis, Selasa (29/1).

Pada Pilpres 2014 Puskaptis, kata Karding, pernah menyatakan pasangan Prabowo-Hatta menang dari Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Namun faktanya, KPU menentapkan Jokowi-JK yang menjadi presiden dan wakil presiden.

“Saat Pilkada Jakarta 2012 Puskaptis menyebut Jokowi-Ahok tidak akan bisa mengalahkan petahanan Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, tapi nyatanya yang dilantik di DPRD menjadi gubernur dan wakil gubernur adalah Jokowi-Ahok. Pada 2012 Puskaptis juga pernah membuat lelucon dengan menyatakan Hatta Rajasa adalah cawapres ideal padahal pilpres masih dua tahun lagi,” jelasnya

Karding menambahkan, pihaknya tidak merasa khawatir apalagi takut dengan hasil survei Puskaptis. “Karena sejujurnya kami tidak peduli dengan mereka. Jadi biarkan saja mereka menebarkan berbagai macam klaim. Kami tertawakan saja sebagai lelucon di tahun politik. Namanya juga orang cari makan,” ujarnya

Hingga saat ini, TKN meyakini Jokowi-Amin akan memenangkan Pilpres dengan suara telak. Hal itu berdasarkan sejumlah lembaga survei yang kredibel bukan abal-abal.

Data Lingkaran Survei Indonesia per Desember 2018 misalnya menyatakan Jokowi unggul 54,2% dibandingkan Prabowo-Sandi yang hanya memperoleh 30,6%. Kemudian Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Amin unggul 52,6% jauh meninggalkan Prabowo-Sandi yang cuma memperoleh 32,7%.

“Unggulnya Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf dalam survei tentu bisa dijelaskan secara nalar. Pasangan ini saling melengkapi dari sisi latarbelakang. Pak Jokowi mantan pengusaha yang matang di pemerintahan dan mengelola birokrasi, sementara Kiai Ma'ruf matang di bidang ilmu keagamaan. Kombinasi bersatunya ulama dan umara yang ideal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Karding, Jokowi juga merepresentasikan kelompok nasionalis, sedangkan Maruf Amin merepresentasikan kelompok Muslim. Pasangan nomor urut 01 itu dinilai memiliki kontribusi besar bagi kemerdekaan dan memajukan bangsa.

“Selama ini Pak Jokowi sibuk membangun negara dan menyejahterakan rakyat dengan program-program pembangunannya yang memihak rakyat kecil di desa, pendalaman, dan pulau terpencil. Sementara Kiai Maruf sibuk membenahi dan mencerahkan umat dengan ilmu keagamaannnya,” kata Karding.

Melihat dari perbandingan ini, Karding yakin rakyat bisa menilai siapa yang rajin bekerja dengan siapa yang hanya sibuk bicara tuding sana-sini. “Mereka tidak akan bisa dikelabui dengan survei abal-abal,” tegas Karding

Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid mengemukakan paslon 01 mendapatkan respons publik sebesar 45,90% dan paslon 02 meraih 41,80%. Sementara, mereka yang belum menentukan sikap (swing voter) namun akan berpartisipasi pada perhelatan pesta demokrasi mencapai 12,30%.

Menurut dia, survei dilakukan secara proporsional dan menyasar publik yang punya hak pilih, seperti berusia 17 tahun atau sudah menikah, terdaftar di KPU sebagai pemilih, serta random di tingkat RT/RW hingga kabupaten/kota dengan penyebaran wilayah desa dan perkotaan 50:50. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya