Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Di Depan Presiden, Nelayan Keluhkan Soal Cantrang Hingga Stabilitas Harga Ikan

Rudy Polycarpus
22/1/2019 20:34
Di Depan Presiden, Nelayan Keluhkan Soal Cantrang Hingga Stabilitas Harga Ikan
(MI/Ramdani)

PRESIDEN Joko Widodo menerima sekitar 300 orang perwakilan nelayan dari sejumlah tempat di Tanah Air di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/1).

Pada pertemuan yang diselingi jamuan makan siang itu, Presiden Jokowi mendengarkan berbagai masalah yang dihadapi para nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ALi Mochtar Ngabalin,  dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki turut hadir dalam pertemuan itu.

Agus Mulyono, nelayan asal Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan alat tangkap pengganti cantrang milik KKP yang tidak efektif dan mengurangi pendapatan nelayan. 

Agus bahkan mengklaim bahwa pemakaian cantrang adalah warisan dari para leluhur nelayan sejak zaman Belanda.

"Alat itu ternyata tidak cocok, karena masing-masing daerah itu beda, karakteristik, ikannya beda. Cantrang itu bukan alat punah, alat menyejahterakan dan ramah lingkungan, semuanya sudah dikaji," tandasnya.

Dia pun berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah memperbolehkan kembali nelayan cantrang melaut. Keputusan itu dianggap menguntungkan para nelayan.

Baca juga Presiden: Nelayan dan Pengusaha Perikanan Manfaatkan Bank Mikro Nelayan

Sementara, Iim Rohimin perwakilan nelayan lainnya mengusulkan pembentukan lembaga sejenis Bulog guna menjaga harga ikan di pasaran. 

Pasalnya, jelas Iim, harga ikan di pasaran cenderung tidak stabil karena tidak ada yang mengontrolnya.

"Kalau di sektor pertanian ada Bulog, bila perlu diadakan Bulog di sektor nelayan. Karena selama ini tidak ada yang bisa menstabilkan harga kalau panen sedang melimpah. Mudah-mudahan usulan baik ini bisa ditindaklanjuti," tandas Iim. 

Selain itu, Iim juga mengusulkan agar program sertifikasi tanah banyak menyentuh daerah pesisir serta pulau-pulau kecil yang selama ini belum dijangkau pemerintah.

Menyikapi permintaan para nelayan, Presiden Jokowi mengaku sudah memahami keluhan dan persoalan yang dihadapi nelaya , mulai dari soal cantrang, tambak, dan budi daya ikan di Purwakarta hingga nelayan perempuan yang membutuhkan pembinaan.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengimbau para nelayan untuk memanfaatkan Bank Mikro Nelayan.

Menurut presiden, program ini dapat meningkatkan pendapatan nelayan, sayangnya, penyaluran bank mikro nelayan masih minim.

Presiden mengatakan, sampai saat ini nilai penyaluran bank mikro nelayan tahun ini baru sebesar Rp132 miliar atau baru 13,53% dari target penyaluran sebesar Rp975 miliar.

Padahal, pinjaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk modal kerja dan modal investasi bagi nelayan serta melepaskan diri dari jeratan tengkulak.

"Bunganya yang ada sangat kompetitif 3% jumlah yang sangat kecil sekali, murah sekali," imbuh Kepala Negara.

Selain itu, di hadapan para nelayan ini, Jokowi memerintahkan Menteri Susi untuk menambah jumlah peserta asuransi nelayan. 

"Penting. karena nelayan bekerja di tengah risiko, apalagi sekarang cuaca tak bisa diprediksi," tandasnya. (Ol-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya