Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ghazaly, Bogor, untuk bersilaturahim. Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga kader PAN turut hadir dalam acara itu.
Bahkan Bima sempat dikalungi serban berlogo KMA (Kiai Ma’ruf Amin) oleh Amin.
Saat ditanya apakah kedatangan Bima merupakan tanda memberikan dukungan, Amin menjawab diplomatis.
“Sebagai calon wakil presiden, saya tentu punya harapan besar untuk mengajak bersama-sama semua pihak, apalagi wali kota. Jadi, kita ingin merangkul sebanyak mungkin pihak dalam rangka mengawal keutuhan NKRI dan di dalam rangka membangun negara ini supaya negara ini lebih maju, lebih sejahtera,” ujar Amin.
Bima juga ditanya apakah kedatangannya untuk memberikan dukungan kepada Jokowi-Amin. Ia menjawab sambil mengangkat telunjuknya.
“Jawaban saya cuma satu,” ujar Bima. “Mohon izin Pak Kiai, jawaban saya cuma satu. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memuliakan tamu. Ini ialah tamu agung, tamu yang mulia yang harus kita muliakan, dan saya hadir di sini,” jelasnya.
Ketua MUI Kota Bogor Mustofa bin Nuh, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghazaly, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Bima menjelaskan kehadiran dirinya karena mencontoh Mustofa sebagai gurunya.
“Ketua MUI Kota Bogor saja menerima, memuliakan tamu, apalagi saya yang muridnya Ketua MUI, harus lebih menerima lagi,” kata Bima.
Amin pun menanggapi jawaban Bima dengan berkelakar. “Terima kasih. Artinya kalau sudah diterima itu sah gitu, ha-ha-ha,” candanya.
Bima pun mengaku posisinya netral di Pilpres 2019. Ia lebih memilih fokus mengerjakan tugas-tugas menjelang berakhirnya periode pertama kepemimpinannya.
Lepas dari itu, Ketua MUI Bogor Mustofa bin Nuh mengaku senang dikunjungi Ma’ruf Amin. Dia mengatakan kedatangan Amin membuat dirinya ibarat mandi madu.
“Kami terima kasih atas kehadiran kiai. Kalau kata orang Sunda ada ungkapan kagunturan madu, ibarat mandi madu, basah mandi madu karena beliau ialah guru kami. Dari kami menyerap prinsip-prinsip ahlusunnah wal jamaah, total,” ujar Mustofa.
Mustofa, yang juga pengasuh pondok pesantren tersebut, menyebut Amin sebagai pakar ekonomi syariah. Dia menyatakan Amin yang disebutnya sebagai Dewan Penasihat Yayasan Al-Ghazaly telah membantu pesantren dalam mengurangi utang di bank syariah.
“Lebih dari itu, Kiai Ma’ruf Amin ialah salah satu Dewan Penasihat Yayasan Al-Ghazaly dan juga beliau pernah membantu kami merestrukturisasi utang kami ke salah satu bank syariah dari Rp5,1 miliar menjadi Rp3,1 miliar. Beban utang kami anjlok Rp2 miliar,” jelas Mustofa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved