Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Bareskrim Polri sudah mengantongi identitas sumber awal rekaman
suara yang beredar di media sosial pada Rabu (2/1) yang menyebut kedatangan tujuh kontainer kertas suara tercoblos dari Tiongkok di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Hal itu diungkapkan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
“Sudah diketahui dan diprofil. Penyidik terus melakukan pendalaman (siapa) pembuat dan yang memviralkan voice (rekaman suara), termasuk siapa yang memviralkan narasi ke media sosial. Ini ada beberapa barang bukti seperti printout grup Whatsapp atas nama Politik Sabana Minang,” kata Dedi.
Teridentifikasinya sumber awal rekaman, lanjut Dedi, terkuak setelah polisi menangkap dua penyebar hoaks tujuh kontainer kertas suara di Tanjung Priok yang juga meruyak di media sosial Rabu (2/1).
“Kami menangkap dua pelaku di dua lokasi berbeda. Pelaku berinisial HY kami tangkap di Bogor. Dia menerima konten lalu memviralkan di Bogor. Pelaku LS ditangkap di Balikpapan. Dia juga melakukan hal yang sama. Setelah menerima konten lalu memviralkannya tanpa dicek,” ujar Dedi.
Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal memastikan penyidik terus mengumpulkan alat bukti. “Ini (tergolong) penyebaran berita bohong yang diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya 10 tahun. Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15.”
Ketua KPU Arief Budiman mengakui pihaknya berharap polisi menuntaskan persoalan ini se-segera mungkin. “Pelaku ditangkap berdasarkan data dan dokumen yang kami berikan.”
Seperti diketahui, Rabu (2/1), beredar kabar ada tujuh kontainer kertas suara masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu dicicitkan Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya. ‘Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priuk. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar’, tulisnya.
“Semua tidak menutup kemungkinan dimintai keterangan. Siapa pun di balik ini kami proses hukum dengan tegas,” ungkap Irjen Muhammad Iqbal.
Sekadar konfirmasi
Pengamat politik LIPI, Syamsuddin Haris, mengapresiasi pihak kepolisian yang bertindak tegas kepada penyebar hoaks pemilu.
“Siapa saja penyebar hoaks tujuh kontainer kertas suara yang sudah dicoblos dari Tiongkok harus ditangkap. Kita semua harus mengawal pemilu yang jujur, bersih, dan berintegritas oleh penyelenggara pemilu yang independen, profesional, dan nonpartisan,” tutur Syamsuddin.
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung, Jatim, kemarin, mengingatkan kembali seluruh rakyat agar menjaga persa-tuan, kesatuan, dan kebersamaan.
“Jangan sampai karena menyongsong pemilu, bangsa ini kehilangan masa keindahan perdamaian seperti Afghanistan karena 40 tahun berperang hingga tidak ada kedamaian di sana,” kata Kepala Negara di tengah Alun-Alun Kota Trenggalek.
Sementara itu, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Fadli Zon, menyatakan ungkapan Andi Arief soal kertas suara tercoblos dari Tiongkok itu merupakan masukan dan informasi bagi KPU.
“Bukan sebuah pernyataan pasti. Cicitan Andi Arief setahu saya hanya minta untuk dicek. Jadi, dia justru melakukan konfirmasi dan saya pikir tidak ada yang salah. Dia tidak mengatakan hal itu terjadi,” tandas Fadli di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. (Pro/Ant/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved